Setapak Langkah – 25 April 2026 | Desa Wisata Lerep yang terletak di wilayah Ungaran, Jawa Tengah, berhasil mencatatkan omzet sebesar Rp 722 juta pada tahun 2025. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa pengembangan wisata berbasis potensi lokal dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa.
Beberapa faktor kunci yang mendorong keberhasilan Lerep antara lain:
- Pengelolaan aset alam yang berkelanjutan, seperti perbukitan, sungai, dan kebun buah yang menjadi daya tarik utama.
- Keterlibatan aktif warga dalam pelatihan keterampilan pelayanan wisata, kerajinan, dan kuliner tradisional.
- Pemasaran digital melalui media sosial dan platform wisata regional tanpa mengandalkan tautan eksternal.
- Kerjasama dengan pemerintah daerah dalam penyediaan infrastruktur jalan, penerangan, dan fasilitas kebersihan.
Model pendapatan desa mencakup beberapa sumber, yang dirangkum dalam tabel berikut:
| Sumber Pendapatan | Persentase |
|---|---|
| Ticket masuk dan paket wisata | 45% |
| Penjualan produk kerajinan dan kuliner | 30% |
| Jasa akomodasi homestay | 15% |
| Event budaya dan workshop | 10% |
Dengan struktur pendapatan ini, sebagian besar dana dialokasikan kembali untuk perbaikan fasilitas umum, pelatihan lanjutan bagi penduduk, serta program konservasi lingkungan.
Keberhasilan Lerep tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga, tetapi juga menumbuhkan rasa kebanggaan kolektif. Pendapatan tambahan memungkinkan warga berinvestasi dalam pendidikan, kesehatan, dan usaha mikro lainnya, menciptakan efek multiplikasi yang memperkuat kemandirian desa.
Pengalaman Desa Wisata Lerep dapat dijadikan contoh bagi desa-desa lain yang ingin mengoptimalkan potensi alam dan budaya setempat sebagai sumber pendapatan berkelanjutan.