Setapak Langkah – 25 April 2026 | Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru‑baru ini meluncurkan paket penawaran sebanyak 116 blok migas baru dengan tujuan menarik minat investor baik domestik maupun asing, sebagai bagian dari upaya mempercepat pencapaian target produksi minyak nasional pada APBN 2026.
Target produksi minyak dalam APBN 2026 ditetapkan sebesar 610.000 barel per hari, meningkat signifikan dibanding perkiraan 560.000 barel per hari pada tahun 2025. Peningkatan ini sejalan dengan agenda diversifikasi energi dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Blok‑blok yang ditawarkan tersebar di wilayah lepas pantai Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Nilai investasi potensial dari seluruh blok diperkirakan melebihi US$20 miliar. Untuk memudahkan pemahaman, blok‑blok tersebut dikelompokkan menjadi tiga kategori utama:
- Lepas pantai (offshore)
- Onshore (darat)
- Blok gas alam
Pemerintah memberikan serangkaian insentif fiskal, antara lain pembebasan pajak daerah selama lima tahun, skema bagi hasil yang kompetitif, serta jaminan keamanan kontrak melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Proses lelang direncanakan dalam tiga gelombang, dimulai pada kuartal pertama 2025.
Berikut adalah perbandingan target produksi dan realisasi produksi minyak Indonesia dalam beberapa tahun terakhir:
| Tahun | Target (bph) | Realisasi (bph) |
|---|---|---|
| 2023 | 540.000 | 525.000 |
| 2024 | 560.000 | 548.000 |
| 2025 | 560.000 | — |
| 2026 | 610.000 | — |
Jika target 610.000 barel per hari tercapai, tambahan produksi diperkirakan menyumbang devisa sebesar US$3,5 miliar per tahun, menciptakan ribuan lapangan kerja baru, serta meningkatkan pendapatan negara melalui pajak, royalti, dan bagi hasil.
Namun, tantangan tetap ada, antara lain fluktuasi harga minyak dunia, kebutuhan infrastruktur pendukung seperti jaringan pipa dan fasilitas penunjang, serta persaingan dengan negara‑negara lain yang menawarkan kondisi investasi yang menarik.
Dengan paket penawaran ini, ESDM mengharapkan calon investor dapat menilai peluang dengan cepat, menandatangani kontrak kerja sama, dan memulai fase produksi paling lambat akhir 2027, sehingga target produksi 610.000 barel per hari dapat terpenuhi tepat waktu.