Setapak Langkah – 10 Agustus 2026 | Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri melakukan pengambilan barang bukti sebanyak tiga puluh (30) item di lokasi tempat kejadian perkara (TKP) sebuah sekolah menengah pertama (SMP) di Jakarta Selatan, setelah ditemukan senjata api yang belum teridentifikasi.
Pengambilan barang bukti dilakukan pada hari Selasa (9/8/2024) setelah koordinasi dengan satuan reserse Kriminal (Satreskrim) setempat. Tim forensik meneliti setiap barang yang diambil secara cermat, mulai dari jejak balistik hingga residu bahan peledak, guna mengungkap asal-usul senjata serta potensi jaringan kriminal di baliknya.
Berikut ini merupakan kategori umum barang yang diangkat dari TKP:
- Senjata api lengkap dengan amunisi
- Peluru casings (selongsong peluru)
- Alat pemotong (pisau, parang)
- Serat kain dan bahan tekstil
- Jejak darah dan cairan biologis
- Sidik jari pada permukaan benda
- Residu bahan peledak
- Catatan atau catatan tulisan tangan yang ditemukan bersamaan
Setelah proses pengambilan, semua barang bukti dipindahkan ke laboratorium Puslabfor untuk analisis laboratorium lebih lanjut. Hasil analisis diharapkan dapat memberikan petunjuk penting terkait modus operandi, identitas pelaku, serta jaringan yang terlibat.
Ketua Puslabfor, Kombes Pol. Drs. Budi Santoso, menegaskan pentingnya proses forensik dalam penyelesaian kasus kriminal, terutama yang melibatkan senjata api di lingkungan pendidikan. Ia menambahkan bahwa kerja sama antara Puslabfor, Satreskrim, dan pihak sekolah menjadi faktor kunci dalam mengamankan bukti dan menjaga keamanan publik.
Pihak kepolisian juga menyatakan bahwa investigasi masih berlanjut dan akan diumumkan hasil lengkapnya setelah proses forensik selesai. Sekolah terkait telah menutup sementara aktivitas belajar mengajar untuk memastikan keamanan siswa dan staf.