Setapak Langkah – 22 April 2026 | Purbaya Yudhi Sadewa, Direktur Utama PT Whoosh, memberikan keterangan lengkap mengenai faktor‑faktor yang menyebabkan biaya proyek Whoosh mengalami lonjakan signifikan. Menurutnya, dua masalah utama yang belum terselesaikan adalah proses pembebasan lahan yang berlarut‑larut serta koordinasi antar lembaga pemerintah yang dinilai tidak optimal.
Berikut ini poin‑poin utama yang diutarakan oleh Purbaya:
- Pembebasan lahan lambat: Proses negosiasi dengan pemilik tanah, penyelesaian sengketa, dan penetapan ganti rugi memakan waktu jauh lebih lama daripada perkiraan awal. Keterlambatan ini memaksa kontraktor menunda pekerjaan, yang pada gilirannya menambah biaya tenaga kerja dan peralatan.
- Koordinasi antarinstansi buruk: Banyak keputusan penting, seperti penyediaan infrastruktur pendukung dan izin lingkungan, harus melewati beberapa kementerian dan pemerintah daerah. Ketidaksesuaian jadwal dan kurangnya komunikasi menyebabkan revisi rencana yang berulang‑ulang.
- Kenaikan harga material: Selama periode penundaan, harga baja, semen, dan material lainnya mengalami peningkatan yang tidak terduga, menambah beban anggaran.
- Perubahan desain: Permintaan penyesuaian kapasitas dan penambahan fasilitas tambahan muncul setelah proyek berjalan, memaksa tim teknik melakukan modifikasi yang menambah biaya.
Purbaya menegaskan bahwa pihak manajemen Whoosh sedang melakukan upaya mitigasi, antara lain dengan mempercepat proses mediasi lahan, membentuk tim koordinasi lintas‑instansi, dan mengoptimalkan penggunaan material lokal untuk menekan biaya. Ia menutup pernyataannya dengan harapan bahwa masalah‑masalah tersebut dapat diselesaikan secepatnya demi kelancaran peluncuran layanan Whoosh yang dijadwalkan tahun depan.