Setapak Langkah – 17 April 2026 | Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa rating kredit pemerintah Indonesia tetap berada pada level BBB, sebagaimana dinyatakan oleh lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P) pada evaluasi terbarunya. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, menegaskan bahwa meskipun tantangan fiskal global masih tinggi, posisi Indonesia di pasar internasional tetap kuat.
| Indikator | Q1 2024 | Q2 2024 |
|---|---|---|
| Rasio Utang/PDB | 38,2% | 37,5% |
| Rasio Utang/Penerimaan Pajak | 2,10 | 1,95 |
Selain itu, penerimaan pajak mengalami peningkatan signifikan, mencapai Rp1.800 triliun pada kuartal kedua, naik 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini sebagian besar didorong oleh reformasi perpajakan dan peningkatan kepatuhan wajib pajak.
- Rating BBB mencerminkan kemampuan pemerintah untuk memenuhi kewajiban utang dengan risiko menengah.
- S&P menyoroti prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan mencapai 5,1% pada 2024.
- Stabilitas politik dan kebijakan fiskal yang konsisten menjadi penopang utama dalam penilaian rating.
Menteri Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga disiplin fiskal, memperluas basis pajak, serta mengoptimalkan belanja publik agar tidak menimbulkan tekanan inflasi. Upaya tersebut diharapkan dapat mempertahankan rating yang stabil dan membuka akses pembiayaan yang lebih murah di pasar internasional.