Setapak Langkah – 18 Agustus 2026 | Neeltje Deliana Insjowi Werimon, yang lebih dikenal sebagai pembawa baki dari Jayapura, menjadi sorotan nasional setelah berpartisipasi dalam upacara penurunan bendera Merah Putih di halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin sore. Penampilan Werimon dalam acara tersebut tidak hanya menandai keberhasilan pribadi, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan Papua dalam panggung kenegaraan.
Berusia 29 tahun, Neeltje lahir dan besar di Kota Jayapura, Papua. Sejak usia muda, ia telah aktif dalam kegiatan kebudayaan dan seni tradisional daerah, terutama dalam bidang tari dan musik. Pada usia 22 tahun, ia terpilih menjadi salah satu pembawa baki dalam acara resmi di provinsi Papua, posisi yang menuntut ketelitian, disiplin, dan kemampuan berkomunikasi yang baik.
Karier Werimon melaju cepat ketika ia dipilih menjadi bagian dari tim pembawa baki yang mewakili Papua dalam upacara kenegaraan di Istana Merdeka. Penugasan ini merupakan penghargaan atas dedikasinya serta kemampuan untuk menampilkan nilai-nilai budaya Papua secara elegan di depan publik nasional.
Berikut beberapa poin penting mengenai profil Neeltje:
- Latar belakang pendidikan: Lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cenderawasih dengan fokus pada hubungan antarbudaya.
- Pengalaman kebudayaan: Aktif dalam kelompok seni tradisional “Sang Bumi” yang menampilkan tari-tarian Papua dalam berbagai festival nasional.
- Peran dalam upacara kenegaraan: Membawa baki resmi berisi dokumen penting, simbolik, dan benda-benda kenegaraan, sekaligus menjaga protokol yang ketat.
- Penghargaan: Menerima penghargaan “Penghargaan Kebudayaan Papua” tahun 2023 atas kontribusinya dalam mempromosikan warisan budaya daerah.
Penampilan Werimon di Istana Merdeka tidak hanya menegaskan profesionalisme individu, tetapi juga memperkuat kehadiran Papua dalam agenda nasional. Ia menyatakan kebanggaannya dapat mewakili tanah kelahirannya, menambahkan bahwa tugas tersebut menjadi motivasi bagi generasi muda Papua untuk berprestasi di tingkat nasional.
Keberhasilan Neeltje di panggung kenegaraan diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi representasi budaya Papua dalam berbagai forum resmi, sekaligus meningkatkan rasa persatuan dan kebanggaan antarwarga negara.