Setapak Langkah – 20 April 2026 | Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke salah satu gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) di Magelang pada Senin (26/04/2024). Dalam inspeksi tersebut, beliau meninjau kondisi penyimpanan beras serta menegaskan bahwa cadangan beras nasional telah mencapai 4,8 juta ton, menandakan keamanan pangan yang kuat di tengah tantangan global.
Kunjungan ini bertujuan memastikan bahwa prosedur penyimpanan, kualitas beras, dan distribusi tetap terjaga dengan baik. Tim teknis Bulog melaporkan bahwa seluruh stok berada dalam kondisi baik, tidak ada indikasi kerusakan atau pencemaran, serta sistem monitoring suhu dan kelembaban berfungsi optimal.
Berikut ringkasan data stok beras Indonesia dalam tiga tahun terakhir:
| Tahun | Stok Beras (juta ton) | Target Pemerintah (juta ton) |
|---|---|---|
| 2022 | 4,5 | 4,7 |
| 2023 | 4,8 | 4,9 |
| 2024 | 4,8 | 5,0 |
Data tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dan mendekati target yang ditetapkan pemerintah untuk 2024. Peningkatan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
- Produktivitas padi yang terus meningkat berkat adopsi teknologi pertanian modern.
- Perluasan lahan pertanian di beberapa provinsi utama produsen beras.
- Program subsidi pupuk dan benih yang diperluas oleh Kementerian Pertanian.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga beras bagi masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus memperkuat koordinasi antara Bulog, kementerian terkait, dan petani untuk memastikan pasokan beras tetap mencukupi dan terjangkau.
Selain itu, Presiden juga mengapresiasi upaya petani yang telah meningkatkan hasil panen, serta menegaskan komitmen negara untuk terus memperkuat ketahanan pangan melalui diversifikasi sumber pangan dan peningkatan cadangan strategis.