Setapak Langkah – 20 Juni 2026 | Berbagai elemen masyarakat sipil, organisasi nonpemerintah, serta tokoh agama menyoroti perlunya intervensi langsung Presiden Prabowo Subianto dalam memerangi praktik mafia tanah yang menggerogoti wilayah Tangerang. Kasus ini mencuat setelah sejumlah warga melaporkan adanya penyalahgunaan wewenang oleh oknum pejabat daerah dalam proses peralihan hak atas tanah.
- Pengakuan adanya oknum kepala daerah yang diduga terlibat dalam jaringan mafia tanah.
- Penundaan penyelesaian sengketa lahan selama lebih dari dua tahun.
- Kenaikan harga tanah secara tidak wajar yang merugikan warga berpenghasilan rendah.
Kelompok advokasi menuntut agar Presiden Prabowo:
- Mengaktifkan kembali Tim Penyidik Independen (TIP) khusus mafia tanah.
- Memberikan mandat khusus kepada Kementerian Agraria untuk melakukan audit menyeluruh terhadap semua perizinan tanah di Tangerang.
- Menginstruksikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelidiki dugaan korupsi pada tingkat kepala daerah.
- Menetapkan sanksi administratif dan pidana tegas bagi pejabat yang terlibat.
Berikut rangkaian kronologi singkat terkait kasus tersebut:
| Tahun | Peristiwa |
|---|---|
| 2022 | Laporan awal warga tentang penyalahgunaan wewenang dalam penerbitan sertifikat tanah. |
| 2023 | Pengadilan menolak beberapa gugatan warga karena dokumen dianggap tidak lengkap. |
| 2024 | Investigasi internal Kementerian Agraria menemukan celah prosedural yang dimanfaatkan oknum pejabat. |
| 2025 | Kelompok masyarakat menggelar aksi damai menuntut intervensi Presiden. |
Para pengamat politik menilai bahwa respons cepat Presiden Prabowo dapat menjadi indikator komitmen pemerintah pusat dalam memberantas korupsi struktural. Di sisi lain, penanganan yang lambat dapat memperparah ketidakpercayaan publik terhadap institusi pemerintahan, khususnya di sektor agraria.
Jika tuntutan ini dipenuhi, diharapkan proses peralihan hak atas tanah akan kembali transparan, melindungi kepentingan petani, serta menurunkan potensi konflik sosial yang dapat memicu ketegangan di wilayah tersebut.