Setapak Langkah – 18 Agustus 2026 | Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf (AMY), tampil sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia yang dilaksanakan di Lapangan Parkir Timur Kantor DPTP PKS. Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh partai, aparat keamanan, serta warga yang menyaksikan prosesi bendera.
Dalam sambutannya, AMY menekankan bahwa ukuran sejati pertumbuhan ekonomi tidak hanya dapat dilihat dari data makro seperti Produk Domestik Bruto (PDB), melainkan juga harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurutnya, “Rakyat mengukur pertumbuhan ekonomi dari harga beras di pasar hingga penghasilan yang mereka terima setiap bulan.”
Ia menambahkan bahwa fluktuasi harga pokok pangan, terutama beras, menjadi indikator paling sensitif karena sebagian besar rumah tangga di Indonesia mengalokasikan anggaran yang signifikan untuk kebutuhan tersebut. Bila harga beras naik tanpa diimbangi dengan peningkatan pendapatan, beban hidup akan terasa lebih berat, sehingga persepsi pertumbuhan ekonomi menjadi negatif.
Berikut beberapa indikator yang disebutkan AMY sebagai tolok ukur kesejahteraan rakyat:
- Harga beras dan bahan pokok lainnya.
- Pendapatan per kapita serta upah minimum regional.
- Jumlah lapangan kerja yang tersedia di sektor formal dan informal.
- Indeks Harga Konsumen (IHK) sebagai ukuran inflasi.
- Akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan.
Untuk memperjelas hubungan antara harga beras dan pendapatan, AMY menampilkan data sederhana dalam tabel berikut:
| Indikator | Contoh Pengukuran |
|---|---|
| Harga beras (kg) | Rp12.000 – Rp15.000 |
| Pendapatan rata‑rata keluarga | Rp3.000.000 per bulan |
| Upah Minimum Provinsi | Rp2.500.000 – Rp3.200.000 |
| IHK tahunan | 3,5 % |
AMY mengingatkan bahwa kebijakan pemerintah harus berorientasi pada stabilisasi harga pangan serta peningkatan daya beli masyarakat. Ia menyerukan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga keagamaan untuk menciptakan program-program yang dapat menurunkan biaya produksi pangan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.
Penutupnya, AMY menegaskan komitmen PKS untuk terus memperjuangkan kebijakan yang pro‑rakyat, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercatat dalam angka statistik, melainkan juga dirasakan dalam kehidupan sehari‑hari setiap warga Indonesia.