Setapak Langkah – 10 Agustus 2026 | Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengadakan pertemuan dengan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, pada akhir Juli, tepat menjelang awal tahun ketiga masa jabatannya. Pertemuan ini dilaporkan oleh media resmi pemerintah pada hari Minggu, dan menjadi sorotan karena jarang terjadi pertemuan langsung antara kepala pemerintahan dan pemimpin tertinggi dalam periode yang sama.
- Kebijakan Ekonomi: Pezeshkian menyoroti tantangan inflasi, pengangguran, dan kebutuhan reformasi struktural untuk mengurangi ketergantungan pada minyak. Ia meminta arahan Khamenei mengenai prioritas alokasi anggaran, khususnya untuk program bantuan sosial dan infrastruktur.
- Program Nuklir dan Hubungan Internasional: Diskusi mencakup status perjanjian nuklir (JCPOA) serta strategi diplomatik Iran dalam menghadapi sanksi Barat. Khamenei diperkirakan menegaskan pentingnya mempertahankan kemandirian teknologi nuklir sekaligus mencari jalur dialog yang dapat mengurangi tekanan ekonomi.
- Keamanan dan Politik Regional: Isu konflik di Yaman, situasi di Suriah, serta hubungan dengan kelompok milisi di Irak menjadi bagian dari pembahasan. Pezeshkian melaporkan koordinasi dengan Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) dan menekankan perlunya kebijakan yang konsisten untuk melindungi kepentingan strategis Iran.
Setelah pertemuan, seorang pejabat tinggi militer paramiliter menyatakan bahwa akan ada rekaman pernyataan Khamenei di masa mendatang, yang diharapkan dapat menjadi bahan referensi bagi publik dan lembaga-lembaga pemerintah. Pernyataan ini menandakan upaya transparansi terbatas dalam sistem politik Iran, meskipun tetap berada di bawah kontrol ketat media negara.
Secara keseluruhan, pertemuan ini mencerminkan dinamika internal pemerintahan Iran yang berusaha menyeimbangkan antara tekanan ekonomi, tantangan geopolitik, dan kebutuhan akan legitimasi politik di dalam negeri. Analisis para pakar memprediksi bahwa keputusan yang diambil dalam pertemuan ini dapat memengaruhi arah kebijakan Iran selama setahun ke depan, khususnya dalam upaya mengatasi isolasi internasional dan memperkuat stabilitas domestik.