Setapak Langkah – 26 Agustus 2026 | Presiden Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) di Pulau Bali pada hari Senin, 26 Agustus 2024. Acara tersebut dihadiri oleh pejabat pemerintah, pengusaha energi terbarukan, serta perwakilan masyarakat setempat.
Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Indonesia untuk mencapai kemandirian energi dengan memanfaatkan potensi energi surya yang melimpah di wilayah tropis. Dengan target 100 GW, proyek PLTS Bali diharapkan menjadi pionir dalam jaringan energi terbarukan nasional.
Ruang Lingkup dan Tahapan Implementasi
- Skala Proyek: Total kapasitas 100 GW yang akan tersebar di beberapa zona strategis di Bali, termasuk daerah Kuta, Badung, dan Gianyar.
- Fase Pembangunan: Tahap pertama mencakup instalasi 20 GW selama dua tahun pertama (2024-2026), diikuti oleh ekspansi bertahap hingga mencapai target akhir pada 2030.
- Teknologi: Menggunakan panel fotovoltaik generasi terbaru dengan efisiensi tinggi serta sistem penyimpanan energi (battery storage) untuk menstabilkan pasokan listrik.
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan
Proyek PLTS 100 GW di Bali diproyeksikan dapat menciptakan lebih dari 30.000 lapangan kerja langsung maupun tidak langsung, termasuk pada sektor konstruksi, operasional, dan pemeliharaan. Selain itu, investasi diperkirakan mencapai US$15 miliar, yang sebagian besar akan berasal dari dana publik dan swasta.
Dari segi lingkungan, proyek ini diharapkan dapat mengurangi emisi karbon sebesar 120 juta ton CO2 per tahun, setara dengan menghilangkan penggunaan bahan bakar fosil pada pembangkit listrik konvensional yang setara dengan kapasitas 30 GW.
Strategi Pendanaan dan Kemitraan
| Sumber Pendanaan | Persentase |
|---|---|
| Pembiayaan Pemerintah | 45% |
| Investasi Swasta | 40% |
| Green Bonds Internasional | 15% |
Kerjasama dengan perusahaan energi internasional, lembaga keuangan hijau, serta universitas riset akan memperkuat transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Harapan dan Tantangan
Prabowo menekankan bahwa keberhasilan proyek ini akan menjadi contoh bagi provinsi lain dalam mengoptimalkan potensi energi terbarukan. Namun, tantangan utama meliputi kebutuhan lahan yang luas, integrasi jaringan listrik, serta penyediaan infrastruktur penyimpanan energi yang memadai.
Dengan komitmen kuat dari pemerintah dan dukungan sektor swasta, proyek PLTS 100 GW di Bali diharapkan dapat mempercepat transisi energi Indonesia menuju masa depan yang lebih bersih dan mandiri.