Setapak Langkah – 24 Agustus 2026 | Presiden Joko Widodo tidak hadir, namun Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memimpin rapat koordinasi di kompleks Hambalang pada malam hari, membahas dua isu kritis nasional: kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penanganan pasca-gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Rapat yang dihadiri oleh Sekretaris Kabinet, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta pejabat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini menghasilkan beberapa keputusan strategis.
Data terbaru karhutla
| Provinsi | Lokasi | Luasan terbakar (ha) | Status |
|---|---|---|---|
| Sumatra Barat | Padang Pariaman | 1.240 | Terbatas |
| Kalimantan Tengah | Palangka Raya | 2.870 | Masih aktif |
| Jawa Barat | Cianjur | 680 | Terbendung |
Data gempa susulan NTT
- Gempa utama: magnitude 6,6, 10 September 2024, wilayah Kabupaten Alor.
- Gempa susulan: 4,2 magnitude pada 12 September 2024, menambah kerusakan pada infrastruktur kritis.
- Korban jiwa: 15 orang meninggal, 78 luka-luka.
- Pengungsi: sekitar 12.000 orang masih berada di posko sementara.
Prabowo menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah dalam mempercepat pemadaman karhutla serta penyaluran bantuan ke korban gempa. Ia menugaskan Kementerian Lingkungan Hidup untuk meningkatkan patroli udara menggunakan pesawat pemadam kebakaran, serta mengalokasikan anggaran tambahan sebesar Rp 1,2 triliun untuk penanggulangan darurat.
BNPB diminta memperkuat tim tanggap cepat, menambah peralatan medis, dan mempercepat pemulihan jaringan listrik serta air bersih di wilayah terdampak NTT. Pemerintah Provinsi NTT juga diarahkan menyiapkan rencana relokasi sementara bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
Dalam penutupannya, Prabowo mengingatkan bahwa perubahan iklim memperparah frekuensi karhutla, sehingga diperlukan upaya mitigasi jangka panjang seperti rehabilitasi hutan dan pengembangan energi terbarukan.