Setapak Langkah – 16 Agustus 2026 | Jawa Pos, 26 Agustus 2021 – Menanggapi gempa bumi yang mengguncang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari Senin, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Prabowo Subianto menekankan pentingnya aksi cepat dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan korban serta proses pemulihan.
Prabowo menyampaikan bahwa respons cepat harus mencakup tiga tahap utama: penyelamatan darurat, pendistribusian bantuan logistik, dan rehabilitasi infrastruktur. Ia menugaskan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengkoordinasikan tim SAR, sementara Kementerian Sosial diminta mempercepat distribusi bantuan makanan, obat-obatan, dan perlengkapan kebersihan.
Berikut rangkaian langkah yang diinstruksikan:
- Pertemuan koordinasi darurat: Dihadiri perwakilan BNPB, Kementerian Sosial, TNI, Polri, serta pejabat daerah setempat untuk menyusun peta prioritas bantuan.
- Pengiriman unit SAR: Tim penyelamat dari TNI dan Polri dikerahkan ke daerah terdampak paling parah, dengan fokus pada pencarian korban yang masih terperangkap.
- Distribusi logistik: Gudang bantuan di Jakarta, Surabaya, dan Denpasar diprioritaskan pengiriman ke NTT melalui jalur laut dan udara.
- Pemulihan infrastruktur: Kementerian PUPR diminta menyiapkan tim teknis untuk menilai kerusakan jalan, jembatan, dan fasilitas publik serta merencanakan perbaikan jangka pendek.
Prabowo juga menekankan pentingnya sinkronisasi data antara pemerintah pusat dan daerah. Ia meminta setiap kabupaten dan kota di NTT untuk melaporkan situasi secara real‑time melalui aplikasi resmi BNPB, sehingga alokasi sumber daya dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Selain itu, pemerintah mengingatkan agar proses penanganan tidak hanya bersifat darurat, melainkan juga memperhatikan aspek psikososial korban. Tim psikolog dan konselor akan dikerahkan untuk membantu masyarakat yang mengalami trauma pasca‑bencana.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan korban gempa NTT dapat segera mendapatkan pertolongan yang memadai serta proses pemulihan dapat berjalan secara terkoordinasi antara pusat dan daerah.