Setapak Langkah – 19 Juli 2026 | Sejumlah video yang beredar di media sosial menampilkan dua perempuan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga sedang berada dalam kondisi disekap di wilayah Myanmar. Video tersebut memicu kepanikan publik dan menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan WNI di luar negeri.
Menanggapi hal tersebut, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) segera mengeluarkan pernyataan resmi. Menurut jajaran kepolisian, mereka telah melakukan serangkaian langkah cepat untuk memastikan keselamatan kedua korban serta menelusuri jalur keberangkatan yang mungkin melanggar prosedur migrasi.
Berikut rangkaian tindakan yang diambil Polri:
- Melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Myanmar, serta lembaga keamanan setempat untuk memperoleh informasi terkini tentang lokasi dan kondisi korban.
- Mengaktifkan satuan khusus yang berpengalaman dalam penanganan kasus penculikan lintas batas, termasuk tim investigasi internasional.
- Menyusun rencana evakuasi darurat dengan melibatkan Angkatan Laut dan Angkatan Udara, serta menyiapkan jalur transportasi yang aman bagi korban.
- Mengidentifikasi dan menelusuri jalur keberangkatan baik yang legal maupun ilegal yang mungkin menjadi sarana bagi jaringan kriminal untuk menjerat WNI.
- Memberikan pengarahan kepada masyarakat tentang prosedur aman saat bepergian ke luar negeri, khususnya ke wilayah yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Polri menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung dan akan terus dipantau secara intensif hingga kedua perempuan tersebut dapat kembali ke tanah air dengan selamat. Selain itu, pihak kepolisian juga berkomitmen untuk menindak tegas jaringan yang terlibat dalam penyelundupan manusia serta pelanggaran imigrasi.
Pernyataan resmi tersebut diharapkan dapat menenangkan publik sekaligus memberikan gambaran jelas tentang upaya pemerintah dalam melindungi WNI di luar negeri. Kementerian Luar Negeri juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung setiap langkah operasional yang diperlukan demi keselamatan WNI di Myanmar.