Setapak Langkah – 16 Mei 2026 | Polda Metro Jaya resmi membentuk Tim Pemburu Begal yang ditugaskan khusus untuk menumpas aksi perampokan jalanan yang semakin marak di wilayah ibu kota. Tim ini merupakan respons langsung terhadap peningkatan kasus begal yang menimbulkan rasa tidak aman di kalangan masyarakat, khususnya pada jam-jam rawan sore hingga malam hari.
Tim Pemburu Begal terdiri atas anggota kepolisian terlatih, termasuk satuan khusus, intelijen, serta petugas patroli yang dilengkapi dengan kendaraan taktis dan perlengkapan komunikasi canggih. Penempatan tim difokuskan pada titik-titik rawan perampokan, seperti jalan utama, area perbelanjaan, dan rute transportasi umum.
Beberapa langkah strategis yang akan diterapkan tim antara lain:
- Pengumpulan dan analisis data kriminalitas secara real‑time untuk mengidentifikasi pola serangan.
- Patroli intensif menggunakan motor taktis dan mobil patroli berarmada di daerah rawan.
- Koordinasi dengan aparat keamanan lain, termasuk Satpol PP dan satuan lalu lintas, untuk memperkuat pengawasan.
- Pembentukan pos pengawasan sementara di lokasi strategis pada jam rawan.
- Pelatihan khusus bagi anggota tim dalam teknik penangkapan dan penanganan tersangka tanpa menimbulkan kerusakan.
Komandan Polda Metro Jaya, Irjen Pol Budi Setiawan, menekankan bahwa keberadaan tim ini diharapkan dapat menurunkan angka kejahatan begal secara signifikan dalam tiga bulan pertama. “Kami tidak hanya akan menindak pelaku, tetapi juga mencegah kejadian dengan menambah kehadiran kepolisian di lapangan,” ujar Budi Setiawan dalam sambutan resmi.
Selain penindakan, tim juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang langkah pencegahan, seperti menghindari perjalanan sendirian di tempat sepi, menggunakan rute yang terang, dan melaporkan aktivitas mencurigakan secara cepat kepada pihak berwenang.
Polda Metro Jaya menargetkan bahwa dalam enam bulan ke depan, kasus begal di Jakarta dapat berkurang hingga 30 persen, dengan harapan menciptakan rasa aman yang lebih kuat bagi warga kota.