Setapak Langkah – 26 Mei 2026 | Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, mengeluarkan pernyataan tegas meminta dilakukannya penyelidikan independen terhadap tuduhan penyiksaan yang dialami oleh aktivis internasional Sumud saat berada dalam tahanan militer Israel. Seruan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang diikuti oleh pejabat tinggi pemerintah Kanada.
Sumud, yang dikenal aktif dalam koalisi bantuan kemanusiaan ke Gaza, dilaporkan ditangkap bersama sejumlah aktivis lain pada pekan lalu ketika mereka berusaha menembus blokade laut Israel. Menurut laporan saksi mata, Sumud mengalami perlakuan fisik yang keras, termasuk pemukulan dan penggunaan alat penyiksaan, sebelum akhirnya dibebaskan dan dipulangkan.
Trudeau menegaskan pentingnya standar hak asasi manusia dalam setiap operasi militer, khususnya ketika melibatkan warga sipil dan aktivis kemanusiaan. “Kami menuntut transparansi dan akuntabilitas penuh dari pihak Israel. Jika tuduhan ini terbukti, maka langkah hukum yang tegas harus diambil,” ujarnya.
Pemerintah Kanada juga mengumumkan akan mengirim tim observasi independen untuk mengumpulkan bukti di lapangan serta berkoordinasi dengan badan PBB yang menangani hak asasi manusia. Tim tersebut diharapkan dapat menyajikan laporan lengkap dalam tiga bulan ke depan.
Berbagai negara dan organisasi internasional menyambut baik seruan Kanada. Uni Eropa, Amnesty International, dan Human Rights Watch menyatakan kesiapan mereka untuk membantu proses investigasi. Sementara itu, pernyataan resmi dari Kedutaan Besar Israel menolak semua tuduhan penyiksaan, menyebutnya sebagai “fitnah yang tidak berdasar” dan menegaskan bahwa semua tahanan diperlakukan sesuai standar internasional.
Kasus ini menambah ketegangan dalam hubungan Kanada‑Israel, terutama setelah beberapa keputusan Kanada sebelumnya yang menolak penjualan senjata ke Israel. Pengamat politik menilai bahwa langkah Trudeau dapat memperkuat posisi Kanada sebagai pendukung kuat hak asasi manusia di panggung global, meski berpotensi menimbulkan gesekan diplomatik.
Jika penyelidikan menemukan bukti kuat, konsekuensi yang mungkin terjadi meliputi pembatasan bantuan militer, sanksi diplomatik, atau pengajuan kasus ke Mahkamah Internasional. Di sisi lain, Israel berpotensi memperkuat kontrol operasionalnya di wilayah konflik, yang dapat memicu protes lebih lanjut dari komunitas internasional.