Setapak Langkah – 21 April 2026 | Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta kembali menjadi sorotan publik setelah munculnya Surat Keputusan (SK) yang menyinggung perubahan kepemimpinan Fraksi PKS di DPRD DKI Jakarta. SK tersebut menyebutkan bahwa Ketua Fraksi PKS, Khoirudin, akan digantikan oleh Saud Alynudin, seorang kader partai yang sebelumnya menjabat sebagai wakil ketua fraksi.
Keputusan ini menimbulkan kegelisahan di kalangan anggota fraksi PKS dan menambah ketegangan internal partai. Menurut sumber internal, pergantian ini dipicu oleh ketidaksepakatan strategis antara Khoirudin dan sebagian besar kader senior PKS Jakarta, terutama terkait pendekatan politik dan penataan agenda legislatif.
Berikut rangkaian peristiwa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir:
- 22 April 2026: Beredar dokumen SK penggantian Ketua Fraksi PKS yang menandai rencana penggantian Khoirudin.
- 23 April 2026: Beberapa anggota fraksi menyatakan keberatan secara terbuka melalui grup internal dan pertemuan tak resmi.
- 24 April 2026: Saud Alynudin diumumkan secara resmi sebagai pengganti Khoirudin dalam rapat internal PKS DKI.
- 25 April 2026: Khoirudin memberikan pernyataan singkat, menolak proses penggantian yang dianggap tidak transparan.
Reaksi anggota fraksi lain beragam. Sebagian menilai pergantian ini sebagai upaya memperkuat posisi PKS di DPRD DKI, sementara yang lain mengkhawatirkan dampak negatif terhadap stabilitas kerja fraksi dan kemampuan partai dalam mengawal agenda legislatif.
Pengamat politik menilai bahwa dinamika internal PKS ini mencerminkan tantangan yang dihadapi partai-partai politik di tingkat daerah, di mana persaingan internal sering kali mengalahkan fokus pada kebijakan publik. Mereka menambahkan bahwa jika tidak dikelola dengan baik, konflik semacam ini dapat mengurangi kepercayaan publik terhadap partai dan mengganggu proses legislasi.
Ke depan, PKS diharapkan dapat menyelesaikan perselisihan internal ini melalui mekanisme musyawarah yang lebih inklusif, agar tidak mengganggu kerja DPRD DKI dan tetap dapat berkontribusi secara konstruktif dalam penyusunan regulasi yang berdampak pada warga Jakarta.