histats

Pesan Kemerdekaan dari Seniman Ludruk Kartolo: Berikan Panggung untuk Generasi Penerus

Pesan Kemerdekaan dari Seniman Ludruk Kartolo: Berikan Panggung untuk Generasi Penerus

Setapak Langkah – 17 Agustus 2026 | Di tengah perayaan hari kemerdekaan Indonesia, seniman ludruk Surabaya, Cak Kartolo, bersama rekannya Ning Tini, menyuarakan sebuah harapan penting bagi kelangsungan seni tradisional ini. Ludruk, yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Jawa Timur sejak era kolonial, kini menghadapi tantangan berat dalam mempertahankan eksistensinya karena keterbatasan ruang pertunjukan dan dukungan finansial.

Cak Kartolo menegaskan bahwa keberlangsungan ludluk tidak bisa dipisahkan dari keberadaan panggung yang memadai. “Kami butuh ruang yang stabil, bukan hanya satu atau dua pertunjukan sesekali. Generasi penerus butuh tempat belajar, berekspresi, dan mengasah kemampuan mereka,” ujarnya dalam sebuah wawancara menjelang peringatan 17 Agustus.

Ning Tini menambahkan bahwa era digital dan perubahan selera hiburan masyarakat menuntut adaptasi, namun tidak boleh mengorbankan esensi tradisi. “Kami siap berinovasi, namun inovasi itu harus tetap berakar pada nilai-nilai ludruk yang mengajarkan kebersamaan, humor, dan kritik sosial,” katanya.

Berbagai faktor memperparah kondisi ini, antara lain:

  • Keterbatasan pendanaan dari pemerintah daerah dan sponsor swasta.
  • Ruang pertunjukan tradisional yang sudah tidak layak atau terpakai oleh fungsi lain.
  • Kurangnya minat generasi muda untuk bergabung sebagai pemain atau penonton.

Untuk mengatasi hal tersebut, Cak Kartolo mengusulkan beberapa langkah konkret:

  1. Pembentukan program beasiswa seni ludruk bagi pelajar dan mahasiswa.
  2. Pembangunan atau renovasi panggung komunitas di beberapa kecamatan Surabaya.
  3. Kolaborasi dengan institusi pendidikan seni untuk memasukkan ludruk dalam kurikulum ekstrakurikuler.
  4. Penyediaan dana hibah khusus seni tradisional melalui Dinas Kebudayaan.

Pesan kemerdekaan yang disampaikan oleh kedua seniman ini sekaligus mengingatkan bahwa kebebasan berkreasi dan mengekspresikan budaya merupakan bagian tak terpisahkan dari kemerdekaan bangsa. Tanpa dukungan yang memadai, warisan budaya seperti ludruk berisiko menjadi sekadar kenangan.

Harapan mereka adalah agar pemerintah, pelaku industri kreatif, dan masyarakat luas bersatu memberikan panggung—baik secara fisik maupun simbolik—bagi generasi penerus. Dengan demikian, ludruk tidak hanya bertahan, melainkan berkembang menjadi media yang relevan bagi masa depan Indonesia.

Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.
Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *