Setapak Langkah – 18 Agustus 2026 | Gempa bumi berkekuatan 6,2 skala Richter yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu lalu menimbulkan kerusakan pada tiga terminal bahan bakar minyak (BBM) utama di wilayah tersebut. Akibatnya, pasokan BBM ke daerah-daerah kritis, termasuk Pulau Flores, terhambat dan menimbulkan kekhawatiran bagi kebutuhan energi rumah tangga serta operasional layanan publik.
Menanggapi situasi darurat, Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan pemasok BBM komersial milik Pertamina, segera mengaktifkan rencana kontinjensi logistik. Mulai Senin, armada tangki kapal dari pelabuhan Bima, Provinsi Nusa Barat (NTB), berangkat menuju pelabuhan-pelabuhan utama di Pulau Flores untuk mengisi kembali stok BBM yang menipis.
Langkah-langkah penyaluran BBM
- Pengiriman pertama berjumlah 5.000 meter kubik premium dan solar, dengan estimasi tiba di pelabuhan Larantuka dalam 24 jam.
- Armada kedua dijadwalkan berangkat 48 jam setelah pengiriman pertama, menambah 4.000 meter kubik BBM diesel untuk mendukung sektor transportasi dan pertanian.
- Koordinasi lapangan dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT dan otoritas pelabuhan setempat untuk memastikan distribusi tepat sasaran.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Irwan Setiawan, menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen memastikan pasokan energi tidak terputus selama fase pemulihan. “Kami memprioritaskan daerah yang paling terdampak, terutama wilayah yang mengandalkan BBM untuk transportasi publik, layanan kesehatan, dan kebutuhan pokok masyarakat,” ujar Irwan dalam konferensi pers virtual.
Selain pengiriman dari Bima, Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan stok cadangan di gudang-gudang strategis di Kupang dan Maumere untuk mengantisipasi kebutuhan mendesak. Seluruh operasi logistik dijalankan dengan mengutamakan keselamatan, mengingat kondisi cuaca laut yang masih dipantau secara ketat.
Para ahli menilai langkah cepat perusahaan energi nasional ini penting untuk menstabilkan harga BBM di wilayah NTT, yang berpotensi melonjak akibat kelangkaan pasokan. Pemerintah daerah NTT, melalui Gubernur Dr. M. Farhan Ali, mengapresiasi bantuan tersebut dan menegaskan bahwa upaya bersama antara pemerintah, swasta, dan lembaga kemanusiaan sangat krusial untuk mempercepat pemulihan.
Dengan dukungan logistik dari Bima, diharapkan tiga terminal BBM yang rusak di NTT dapat kembali beroperasi dalam jangka waktu satu hingga dua minggu, sehingga pasokan energi ke seluruh provinsi kembali normal.