Setapak Langkah – 08 Agustus 2026 | Pertamina berhasil melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2026 untuk dekarbonisasi dengan pencapaian 118 persen pada semester pertama 2024. Pencapaian ini menandakan penurunan emisi karbon yang lebih cepat dari yang direncanakan, sekaligus mengukuhkan komitmen perusahaan dalam transisi energi bersih.
Target RKAP 2026 menargetkan penurunan emisi CO2 sebesar 30 juta ton dibandingkan tahun 2020. Pada akhir Juni 2024, Pertamina melaporkan penurunan sebesar 35,4 juta ton, setara dengan 118 persen dari target. Berikut rangkuman capaian utama:
| Indikator | Target RKAP 2026 | Realisasi Semester I 2024 | Persentase |
|---|---|---|---|
| Pengurangan Emisi CO2 (juta ton) | 30 | 35,4 | 118% |
| Investasi energi terbarukan (miliar USD) | 2,5 | 2,7 | 108% |
| Proyek energi bersih (unit) | 15 | 18 | 120% |
Beberapa faktor yang berkontribusi pada pencapaian ini antara lain:
- Peningkatan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya dan angin yang sudah beroperasi di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
- Optimalisasi proses produksi di kilang melalui teknologi carbon capture and storage (CCS).
- Transisi bahan bakar transportasi ke biofuel dan hidrogen hijau pada jaringan distribusi.
Direktur Utama Pertamina, Nama Direktur, menyatakan bahwa “kita berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan visi net‑zero pada 2050. Pencapaian 118 persen ini bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa strategi dekarbonisasi kami dapat diimplementasikan secara efektif.”
Ke depan, perusahaan menargetkan untuk mempertahankan laju penurunan emisi di atas 10 persen per tahun, memperluas portofolio energi terbarukan, serta meningkatkan investasi dalam riset dan pengembangan teknologi bersih. Jika tren ini berlanjut, Pertamina diproyeksikan dapat memenuhi atau melampaui target RKAP 2026 secara konsisten hingga akhir periode.