Setapak Langkah – 08 Agustus 2026 | Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan penurunan signifikan pada tingkat kemiskinan dan pengangguran di Indonesia selama dua tahun terakhir. Data menunjukkan bahwa persentase penduduk miskin menurun dari 9,5% pada 2022 menjadi 8,2% pada 2023, sementara tingkat pengangguran berkurang dari 6,7% menjadi 5,9% dalam periode yang sama.
Penurunan ini menjadi bukti bahwa kebijakan ekonomi makro serta program penyaluran bantuan sosial memberikan dampak positif. Namun, lembaga think‑tank Indonesia Economic and Social Analysis (IDEAS) mengingatkan bahwa penurunan angka saja tidak cukup bila tidak diiringi peningkatan kualitas lapangan kerja.
IDEAS menekankan tiga aspek utama yang perlu diperhatikan:
- Penciptaan lapangan kerja yang produktif dan berkelanjutan, bukan sekadar pekerjaan informal dengan upah rendah.
- Peningkatan perlindungan sosial bagi pekerja, termasuk jaminan kesehatan, pensiun, dan asuransi kecelakaan kerja.
- Pengembangan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Berikut rangkuman data BPS yang menyoroti tren penurunan kemiskinan dan pengangguran:
| Tahun | Tingkat Kemiskinan (%) | Tingkat Pengangguran (%) |
|---|---|---|
| 2021 | 10,2 | 7,3 |
| 2022 | 9,5 | 6,7 |
| 2023 | 8,2 | 5,9 |
Dengan menitikberatkan pada kualitas pekerjaan, diharapkan pertumbuhan ekonomi dapat lebih inklusif dan memberikan kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pendidikan diharapkan berkolaborasi untuk menciptakan ekosistem kerja yang mendukung produktivitas serta keamanan sosial.