Setapak Langkah – 02 Mei 2026 | Gedung Sasono Langen Budoyo di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kembali menjadi panggung megah bagi pertunjukan tradisional bernama Sendratari Api Suci Sinta. Acara ini tidak hanya menyajikan visual menakjubkan, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang memperkenalkan ragam budaya nusantara kepada pengunjung dari dalam dan luar negeri.
Asal‑usul Sendratari Api Suci Sinta
Sendratari merupakan gabungan antara seni tari, musik, dan teater yang kental dengan unsur mistik. Versi “Api Suci Sinta” mengangkat legenda‑legenda tentang api suci sebagai simbol pembersihan dan persatuan dalam tradisi Jawa, Bali, dan suku‑suku lain. Seniman menyesuaikan gerakan tari dengan irama gamelan serta nyanyian yang menonjolkan nilai‑nilai spiritual.
Unsur‑unsur utama pertunjukan
- Api suci: Diputar menggunakan korek api tradisional dan kembang api ramah lingkungan, menciptakan efek cahaya yang dramatis.
- Musik gamelan: Mengiringi tarian dengan melodi yang mengalir lembut, menambah nuansa sakral.
- Kostum: Dirancang dari kain tradisional seperti batik dan tenun, dihias dengan manik-manik emas untuk menonjolkan keanggunan.
- Narasi: Cerita tentang Sinta, pahlawan mitologi yang mengemban misi menjaga kebersihan hati melalui api suci.
Dampak budaya dan pariwisata
Dengan menampilkan Sendratari Api Suci Sinta, TMII berperan sebagai platform yang melestarikan warisan budaya sekaligus menarik minat wisatawan. Pengunjung dapat menyaksikan langsung keanekaragaman seni Indonesia, sehingga meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya tradisional.
Selain itu, pertunjukan ini memperkuat citra Indonesia sebagai negara dengan kekayaan budaya yang beragam, mendukung upaya pemerintah dalam mempromosikan pariwisata budaya domestik dan internasional.