Setapak Langkah – 01 Mei 2026 | Albert Junior, pemilik PT Berkat Cawan Group, menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Dengan mengembangkan dua proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA), grup ini berharap dapat menyediakan energi bersih yang stabil bagi sektor pertanian serta industri terkait.
Proyek pertama, PLTA Cawan I, berlokasi di daerah pegunungan Sumatera Utara dengan kapasitas terpasang 30 megawatt (MW). Proyek kedua, PLTA Cawan II, berada di wilayah Jawa Barat dan direncanakan menghasilkan 45 MW. Kedua instalasi tersebut dirancang untuk memanfaatkan aliran sungai yang melintasi lahan pertanian, sehingga energi yang dihasilkan dapat langsung disalurkan ke jaringan listrik pedesaan dan fasilitas irigasi.
Berikut rincian singkat mengenai kedua proyek:
- PLTA Cawan I – 30 MW, kapasitas produksi tahunan sekitar 210 GWh.
- PLTA Cawan II – 45 MW, kapasitas produksi tahunan sekitar 315 GWh.
Manfaat yang diharapkan meliputi:
- Penyediaan listrik berkelanjutan untuk daerah pertanian, mengurangi ketergantungan pada diesel generator.
- Peningkatan produktivitas pertanian melalui sistem pompa air listrik yang lebih efisien.
- Pengurangan emisi karbon nasional seiring berkurangnya penggunaan bahan bakar fosil.
- Penciptaan lapangan kerja lokal selama fase konstruksi dan operasional.
Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah tentang ketahanan energi dan pangan, PT Berkat Cawan Group berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Kementerian Pertanian. Pemerintah menargetkan peningkatan kontribusi energi terbarukan menjadi 23 % pada tahun 2025, sementara ketahanan pangan difokuskan pada peningkatan produktivitas dan stabilitas pasokan listrik di wilayah agraris.
Selain investasi dalam PLTA, grup ini juga menjajaki kerjasama dengan perusahaan agribisnis untuk mengintegrasikan teknologi irigasi pintar yang dapat dioperasikan menggunakan listrik dari pembangkit sendiri. Model bisnis ini diharapkan menjadi contoh sinergi antara sektor energi dan pertanian, memperkuat jaringan pasokan pangan nasional.
Dengan total investasi diperkirakan mencapai Rp 2,5 triliun, proyek ini tidak hanya meningkatkan kapasitas listrik nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi komunitas sekitar. Albert Junior menutup dengan keyakinan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama dalam mewujudkan ketahanan energi dan pangan yang berkelanjutan.