Setapak Langkah – 18 Juni 2026 | Tim peneliti dari Program Kolaborasi untuk Pengetahuan, Inovasi, dan Kemitraan (KONEKSI) mengungkap bahwa dampak perubahan iklim tidak hanya bersifat lingkungan, melainkan menimbulkan beban ekonomi yang signifikan bagi kelompok rentan, khususnya perempuan, penyandang disabilitas, dan lansia.
Studi tersebut menyoroti tiga mekanisme utama yang memperkuat ketidaksetaraan ekonomi pada kelompok ini:
- Penurunan produktivitas sektor pertanian: Peningkatan suhu dan pola curah hujan yang tidak menentu mengurangi hasil panen, sehingga perempuan petani yang biasanya mengelola lahan skala kecil kehilangan pendapatan utama.
- Kenaikan biaya energi dan transportasi: Kenaikan tarif listrik serta kebutuhan transportasi yang lebih sering untuk mengakses layanan kesehatan menambah beban pengeluaran rumah tangga, terutama bagi penyandang disabilitas yang memerlukan peralatan khusus.
- Risiko kesehatan dan biaya perawatan: Perubahan iklim meningkatkan frekuensi wabah penyakit pernapasan dan heat stroke, yang secara khusus mempengaruhi lansia dan orang dengan kondisi medis kronis, meningkatkan biaya perawatan kesehatan.
Data kuantitatif yang dikumpulkan selama dua tahun terakhir menunjukkan peningkatan rata‑rata pengeluaran rumah tangga di kelompok rentan sebesar 18 % dibandingkan dengan 7 % pada rumah tangga non‑rentan.
| Kelompok | Persentase kenaikan pengeluaran (%) |
|---|---|
| Perempuan (petani kecil) | 22 |
| Penyandang Disabilitas | 19 |
| Lansia | 16 |
| Non‑rentan | 7 |
Peneliti menekankan perlunya kebijakan responsif yang mencakup:
- Subsidi energi terjangkau khusus untuk rumah tangga rentan.
- Peningkatan akses ke teknologi pertanian berkelanjutan yang ramah iklim.
- Penguatan jaringan perlindungan sosial, termasuk asuransi kesehatan yang mencakup biaya terkait perubahan iklim.
- Pendidikan dan pelatihan keterampilan baru bagi perempuan untuk diversifikasi sumber pendapatan.
Dengan mengintegrasikan pendekatan mitigasi iklim ke dalam kebijakan ekonomi sosial, diharapkan beban yang semakin berat pada perempuan, penyandang disabilitas, dan lansia dapat berkurang, sehingga tercapai kesejahteraan yang lebih inklusif.