Setapak Langkah – 04 Juni 2026 | PT MRT Jakarta melaporkan bahwa pendapatan operasionalnya diproyeksikan mencapai Rp1,5 triliun pada tahun 2025, meningkat sekitar tujuh persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan jumlah penumpang dan efisiensi tarif yang lebih optimal.
Beberapa faktor utama yang mendorong peningkatan pendapatan antara lain:
- Penambahan jalur dan stasiun baru yang meningkatkan jaringan layanan.
- Peningkatan frekuensi kereta pada jam sibuk.
- Penerapan tarif dinamis dan program loyalitas penumpang.
- Kolaborasi dengan sektor swasta untuk iklan dan komersial di dalam stasiun.
Proyeksi pendapatan selama lima tahun ke depan dapat dilihat pada tabel berikut:
| Tahun | Pendapatan (Rp) |
|---|---|
| 2021 | 1,40 triliun |
| 2022 | 1,45 triliun |
| 2023 | 1,48 triliun |
| 2024 | 1,52 triliun |
| 2025 | 1,50 triliun |
Dengan pencapaian ini, MRT Jakarta diharapkan dapat memperkuat posisi transportasi massal sebagai pilihan utama masyarakat Jakarta, sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah dan nasional.