Setapak Langkah – 04 Agustus 2026 | Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) telah menyelesaikan enam bulan pertama pelaksanaan program Sumsel Health Tourism, inisiatif yang bertujuan mempromosikan provinsi sebagai destinasi wisata medis. Program ini diharapkan dapat menarik pasien domestik maupun internasional untuk mendapatkan layanan kesehatan berkualitas sambil menikmati atraksi wisata lokal.
Evaluasi yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kesehatan Sumsel meninjau beberapa aspek kunci, antara lain:
- Jumlah kunjungan pasien medis dibandingkan dengan periode sebelum program diluncurkan.
- Kerjasama antara rumah sakit ternama, hotel, dan agen perjalanan.
- Penerimaan masyarakat dan tenaga kesehatan terhadap layanan terintegrasi.
- Dampak ekonomi yang dihasilkan, termasuk pendapatan per kapita dan penciptaan lapangan kerja.
Berikut rangkuman temuan utama setelah enam bulan:
| Indikator | Target | Realisasi |
|---|---|---|
| Pasien medis internasional | 500 orang | 420 orang |
| Pasien medis domestik | 2.000 orang | 2.150 orang |
| Hotel mitra | 15 hotel | 18 hotel |
| Penciptaan lapangan kerja | 200 posisi | 235 posisi |
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa target pasien internasional belum tercapai sepenuhnya, namun permintaan dari dalam negeri melampaui ekspektasi. Kerjasama dengan rumah sakit kelas A seperti RSUP dr. M. Djamil Padang dan RSUD Siti Fatimah telah memperkuat kredibilitas program. Selain itu, paket wisata yang menggabungkan perawatan kesehatan, akomodasi, dan tur budaya mendapat respon positif.
Beberapa tantangan yang masih perlu diatasi antara lain:
- Keterbatasan fasilitas bahasa asing di rumah sakit.
- Promosi yang masih terbatas pada pasar Asia Tenggara.
- Koordinasi logistik antara agen perjalanan dan penyedia layanan medis.
Untuk mengoptimalkan hasil, pemerintah Sumsel berencana melakukan langkah berikut dalam tiga bulan ke depan:
- Menambah pelatihan bahasa Inggris dan Mandarin bagi staf medis dan front office.
- Memperluas kampanye pemasaran ke Eropa dan Timur Tengah melalui pameran kesehatan internasional.
- Mengintegrasikan sistem reservasi daring yang memudahkan pasien mengatur jadwal perawatan dan akomodasi.
- Meningkatkan insentif bagi rumah sakit yang berpartisipasi, termasuk subsidi peralatan medis terbaru.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Sumsel Health Tourism dapat mencapai target jangka panjang, meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB provinsi, serta menempatkan Sumatera Selatan sebagai destinasi unggulan dalam wisata medis di kawasan Asia.