Setapak Langkah – 17 Juni 2026 | Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memutuskan untuk membatalkan hadiah doorprize pada acara Jalan Sehat yang digelar di Surabaya dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Keputusan ini diambil setelah menerima sejumlah keluhan dari peserta terkait kupon yang dibagikan untuk kegiatan mewarnai.
Acara Jalan Sehat yang berlangsung pada akhir pekan lalu melibatkan ribuan warga yang berpartisipasi dalam lintasan sepanjang tiga kilometer. Setiap peserta diberikan kupon khusus yang diminta untuk diwarnai sebagai syarat memperoleh hadiah doorprize berupa voucher belanja perlengkapan olahraga.
Namun, beberapa peserta mengungkapkan ketidakpuasan mereka karena kupon yang diberikan dianggap kurang jelas petunjuknya, bahan kupon mudah robek, dan proses verifikasi hasil mewarnai menimbulkan antrian panjang. Keluhan tersebut disampaikan melalui media sosial, grup komunitas, serta langsung ke kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Jawa Timur, H. Ahmad Rizal, menyatakan: “Kami mendengarkan masukan masyarakat dan berkomitmen untuk memperbaiki pelaksanaan kegiatan publik. Karena adanya kebingungan dan ketidaknyamanan, kami memutuskan untuk mencabut hadiah doorprize demi menjaga fokus utama acara, yaitu promosi gaya hidup sehat.”
Berikut langkah‑langkah yang diambil Pemprov Jatim setelah menerima keluhan:
- Menghentikan sementara distribusi kupon dan meninjau kembali desain serta instruksinya.
- Mengadakan pertemuan darurat dengan panitia acara untuk mengevaluasi prosedur verifikasi.
- Mengumumkan pembatalan doorprize melalui media resmi dan jaringan sosial.
- Menegaskan bahwa peserta tetap dapat menikmati kegiatan Jalan Sehat tanpa harus khawatir tentang hadiah.
- Merencanakan perbaikan mekanisme hadiah pada event selanjutnya, termasuk penggunaan sistem digital untuk menghindari kebingungan.
Meskipun doorprize dibatalkan, acara tetap berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari warga. Panitia berharap pengalaman ini menjadi pelajaran berharga untuk penyelenggaraan acara serupa di masa depan, khususnya dalam hal transparansi dan kemudahan proses bagi peserta.