Setapak Langkah – 19 Mei 2026 | Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, Jawa Timur, mengeluarkan himbauan kepada seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) di wilayahnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyusupan kelompok radikal bernama Anarko. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh Bupati Mojokerto, Kepala Dinas Sosial, serta perwakilan ormas lokal.
Kelompok Anarko, yang dikenal dengan sikap anti‑pemerintah dan aksi‑aksi konfrontatif, dilaporkan mulai menargetkan komunitas‑komunitas agama dan organisasi sosial untuk memperluas jaringan serta memengaruhi opini publik. Pemkot Mojokerto menilai ancaman tersebut dapat menimbulkan ketegangan sosial dan mengganggu ketertiban umum.
Berikut langkah‑langkah yang disarankan Pemkot Mojokerto kepada ormas:
- Melakukan pemantauan internal terhadap anggota baru serta aktivitas yang mencurigakan.
- Mengadakan sosialisasi mengenai bahaya penyusupan radikal kepada seluruh anggota.
- Berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat untuk melaporkan indikasi aktivitas kelompok Anarko.
- Menguatkan nilai-nilai toleransi dan persatuan dalam setiap program kegiatan.
Pemkot juga menegaskan komitmen untuk memberikan dukungan berupa pelatihan keamanan siber, materi edukatif, serta bantuan logistik bagi ormas yang aktif dalam upaya pencegahan. Diharapkan sinergi antara pemerintah dan ormas dapat mencegah penyebaran ideologi radikal serta menjaga kedamaian masyarakat Mojokerto.
Selain itu, Pemkot mengingatkan pentingnya peran media lokal dalam menyebarkan informasi yang akurat dan menghindari penyebaran hoaks yang dapat memperburuk situasi. Dengan kerja sama yang solid, diharapkan ancaman penyusupan kelompok Anarko dapat diminimalisir secara efektif.