Setapak Langkah – 20 Mei 2026 | Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa kesehatan perempuan akan menjadi fokus utama dalam agenda pembangunan manusia berkelanjutan, mengingat peran strategis perempuan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan keluarga.
Kebijakan ini diluncurkan sebagai respons terhadap data terbaru yang mengungkap kesenjangan kesehatan antara pria dan wanita, terutama dalam akses layanan kesehatan reproduksi, gizi, serta pencegahan penyakit tidak menular.
Berbagai program inti telah dirancang untuk mewujudkan target tersebut, antara lain:
- Penguatan layanan kesehatan reproduksi di puskesmas dan rumah sakit wilayah.
- Peningkatan cakupan imunisasi dan skrining kanker serviks serta payudara.
- Penyediaan subsidi gizi khusus bagi ibu hamil dan menyusui.
- Pendidikan kesehatan berbasis komunitas untuk meningkatkan kesadaran hak kesehatan perempuan.
- Peningkatan pelatihan tenaga medis tentang kebutuhan kesehatan perempuan.
Pemerintah menargetkan penurunan angka kematian ibu melahirkan sebesar 30% dalam lima tahun ke depan, serta berharap harapan hidup perempuan naik menjadi 78 tahun pada tahun 2030.
Upaya ini diharapkan memperkuat ketahanan keluarga, karena kesehatan perempuan yang optimal berdampak langsung pada produktivitas dan kesejahteraan seluruh anggota keluarga.
Implementasi kebijakan akan dikoordinasikan oleh Kementerian Kesehatan bersama Kementerian PPN/Bappenas, dengan dukungan lembaga swadaya masyarakat dan sektor swasta melalui kemitraan publik‑privat.