Setapak Langkah – 28 Mei 2026 | Setiap tahun umat Muslim di Indonesia melaksanakan ibadah kurban sebagai wujud kepedulian sosial. Di Kabupaten Sukoharjo, tradisi ini kembali diwarnai dengan inovasi ramah lingkungan: penggunaan wadah bambu tradisional yang dikenal sebagai besek untuk menampung daging kurban.
Pada tanggal 20 April 2024, Badan Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah (BAZIS) Kabupaten Sukoharjo bersama Dinas Lingkungan Hidup menggelar acara distribusi daging kurban di beberapa balai pertemuan desa. Lebih dari 2.500 kilogram daging dibagikan kepada 1.200 keluarga penerima manfaat, masing‑masing dibungkus dalam besek bambu yang diproduksi oleh pengrajin lokal.
| Item | Jumlah |
|---|---|
| Daging Kurban | 2.500 kg |
| Besek Bambu | 1.200 buah |
| Keluarga Penerima | 1.200 keluarga |
| Lokasi Distribusi | 5 balai desa |
Penggunaan besek bambu dipilih karena beberapa alasan penting:
- Biodegradabilitas – Bambu akan terurai secara alami dalam waktu singkat, mengurangi sampah plastik yang sulit terdegradasi.
- Dukungan ekonomi lokal – Membeli besek dari pengrajin setempat meningkatkan pendapatan komunitas desa.
- Keamanan pangan – Bambu alami tidak mengandung bahan kimia berbahaya, menjaga kebersihan daging kurban.
Masyarakat setempat menyambut baik inisiatif ini. Banyak yang menyatakan rasa bangga dapat berpartisipasi dalam upaya pengurangan limbah plastik sekaligus melestarikan kearifan budaya bambu. Kepala Desa Purwodadi, H. Supriyadi, menambahkan bahwa program serupa akan dijadikan standar distribusi kurban di masa depan, dengan target meningkatkan penggunaan besek hingga 80% dari total wadah yang dipakai.
Keberhasilan acara ini tidak lepas dari sinergi antar lembaga, relawan, dan produsen bambu. Diharapkan, model distribusi daging kurban berbasis wadah ramah lingkungan ini dapat dijadikan contoh bagi kabupaten lain, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga kelestarian lingkungan sambil melaksanakan ibadah sosial.