Setapak Langkah – 21 April 2026 | Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) mengumumkan perubahan signifikan pada format pertandingan babak final Proliga yang akan digelar tahun ini. Perubahan ini bertujuan meningkatkan kompetitivitas, menarik lebih banyak penonton, serta memberikan peluang lebih adil bagi tim yang bersaing memperebutkan gelar juara.
Berikut poin-poin utama format baru yang disampaikan oleh Ketua PBVSI dalam konferensi pers:
- Final akan dilaksanakan dalam sistem best of three (BO3) pada setiap pertandingan, menggantikan sistem best of five sebelumnya.
- Set pertama dan kedua akan dimainkan dengan sistem rally point hingga 25 poin, sedangkan set ketiga (jika diperlukan) akan berakhir pada 15 poin.
- Tim yang memenangkan dua set pertama otomatis menjadi juara, sehingga set ketiga hanya dimainkan bila skor 1-1.
- Waktu jeda antar set ditetapkan 3 menit, dengan tambahan 2 menit untuk pergantian pemain.
- Jika terjadi tie dalam klasemen akhir fase grup, selisih set dan selisih poin akan menjadi tiebreaker.
Penyesuaian ini juga disertai dengan perubahan jadwal. Babak semifinal akan dilaksanakan pada minggu pertama September, sementara final dijadwalkan pada akhir September di Jakarta. Penonton diharapkan dapat menyaksikan aksi intensif dalam durasi yang lebih singkat, yang diprediksi akan meningkatkan tingkat keterlibatan.
Beberapa pihak, termasuk pelatih tim dan analis olahraga, menyambut baik keputusan ini. “Format BO3 memberikan tekanan yang lebih besar pada tiap set, menuntut konsistensi dan strategi yang matang,” kata pelatih tim juara sebelumnya. Di sisi lain, penggemar menantikan momen-momen dramatis yang lebih sering terjadi dalam pertandingan singkat.
PBVSI juga menegaskan bahwa semua regulasi terkait pergantian pemain, timeout, serta prosedur teknis lainnya tetap mengacu pada standar internasional FIVB, memastikan kualitas kompetisi tetap terjaga.
Dengan format final yang lebih dinamis ini, Proliga diharapkan dapat meningkatkan popularitas voli domestik serta menjadi ajang pembuktian bagi bakat-bakat lokal sebelum menembus kancah internasional.