Setapak Langkah – 12 Juni 2026 | Komandan Pusat Pelayanan Komando Daerah Militer (Pangdam) Mandala Trikora, Letnan Jenderal (Purn) Sigit Budiarto, pada Rabu (26 Juni 2024) secara tegas menolak tuduhan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) terlibat dalam dugaan penculikan seorang warga bernama Mama Sinta di wilayah Papua Selatan.
Poin-poin utama yang disampaikan dalam pernyataan resmi antara lain:
- Tidak ada laporan resmi atau permintaan penahanan dari pihak berwenang terhadap anggota TNI terkait kasus ini.
- Tim investigasi internal TNI telah melakukan penelusuran dan tidak menemukan jejak keterlibatan personel militer.
- Kasus ini sedang ditangani sepenuhnya oleh Kepolisian Daerah Papua Selatan, yang telah membuka penyelidikan kriminal.
- Pangdam menekankan komitmen TNI untuk menghormati hak asasi manusia dan menolak segala bentuk penyalahgunaan nama institusi.
Selain klarifikasi tersebut, Pangdam juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, mengingat potensi dampak negatif terhadap keamanan dan ketenteraman wilayah.
Pihak kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa penyelidikan masih berjalan dan belum ada bukti yang mengaitkan TNI dengan peristiwa penculikan. Penyidik meminta warga untuk memberikan informasi yang dapat mempercepat proses penelusuran.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan di kalangan organisasi hak asasi manusia, yang menyoroti pentingnya transparansi dalam penanganan dugaan pelanggaran di daerah konflik. Namun, hingga kini tidak ada temuan yang menguatkan dugaan keterlibatan militer.
Dengan pernyataan tegas Pangdam Mandala Trikora, diharapkan narasi yang beredar dapat dipertegas dan fokus penyelidikan dapat tetap pada jalur hukum yang sah.