Setapak Langkah – 01 Juni 2026 | Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, Pangdam XVII/Cenderawasih, kembali menegaskan komitmen militer dalam mempererat persatuan masyarakat Papua melalui program Safari Ibadah. Program ini menggabungkan kunjungan ke berbagai tempat ibadah, dialog lintas agama, serta kegiatan sosial yang melibatkan TNI, tokoh agama, dan warga setempat.
Safari Ibadah yang dilaksanakan pada bulan Mei 2024 mencakup tiga wilayah utama di Papua: Sorong, Manokwari, dan Jayapura. Setiap kunjungan diatur dengan jadwal yang meliputi:
- Pertemuan dengan pemuka agama Katolik, Protestan, Islam, dan kepercayaan lokal.
- Doa bersama dan pembacaan ayat suci sebagai simbol persatuan.
- Sosialisasi nilai-nilai toleransi dan kebangsaan kepada komunitas sekitar.
- Pembagian bantuan kemanusiaan seperti paket sembako dan peralatan medis.
Dalam sambutannya, Pangdam Febriel menekankan bahwa keberagaman kepercayaan merupakan aset strategis yang harus dijaga. Ia menambahkan, “Kebersamaan dalam beribadah bukan sekadar ritual, melainkan wujud nyata solidaritas antara TNI dan masyarakat Papua.”
Program ini juga didukung oleh pemerintah daerah dan lembaga keagamaan. Berikut rangkuman data partisipasi selama tiga kunjungan:
| Wilayah | Jumlah Pemuka Agama | Jumlah Warga yang Hadir | Bantuan Disalurkan |
|---|---|---|---|
| Sorong | 12 | 850 | Paket sembako 150 set |
| Manokwari | 9 | 630 | Paket obat 200 set |
| Jayapura | 15 | 1,200 | Paket sembako 250 set |
Hasil survei pasca‑kegiatan menunjukkan peningkatan rasa kepercayaan terhadap TNI, dengan 78 % responden menyatakan bahwa kegiatan tersebut memperkuat rasa kebersamaan. Selain itu, tidak ada insiden keamanan yang tercatat selama pelaksanaan Safari Ibadah.
Keberhasilan Safari Ibadah diharapkan menjadi contoh bagi program serupa di wilayah lain yang memiliki keragaman budaya dan agama. Pangdam Febriel menutup acara dengan doa bersama, mengharapkan perdamaian dan persatuan yang berkelanjutan di Papua.