Setapak Langkah – 18 Mei 2026 | Institute Pluralisme Indonesia (IPI) menggelar pameran Batik Mozaik Indonesia Gen-Next dengan tema “Bhinneka Tunggal Ika”. Acara yang berlangsung di Balai Kartini, Jakarta, ini menargetkan regenerasi pelestarian budaya melalui kreativitas generasi muda.
Tujuan utama pameran
- Menghidupkan kembali motif batik tradisional dengan sentuhan modern.
- Mendorong partisipasi desainer muda dalam mengembangkan industri batik.
- Meningkatkan kesadaran publik akan nilai kebhinekaan budaya Indonesia.
- Menjadi platform edukasi bagi sekolah dan komunitas seni.
Lebih dari 30 koleksi batik hasil kolaborasi antara seniman senior dan mahasiswa desain dipamerkan. Setiap karya menampilkan interpretasi visual terhadap semboyan Bhinneka Tunggal Ika, menggambarkan keberagaman etnis, bahasa, dan kepercayaan yang bersatu dalam satu identitas nasional.
Strategi regenerasi budaya
IPI memanfaatkan pendekatan lintas generasi dengan melibatkan program mentoring, lokakarya, dan kompetisi desain. Para peserta diberikan akses ke bahan baku tradisional serta bimbingan langsung dari perancang batik ternama. Selain itu, pameran dilengkapi dengan ruang edukasi interaktif yang menampilkan proses pembuatan batik secara digital.
Dampak ekonomi dan sosial
Dengan menonjolkan nilai estetika dan keberlanjutan, pameran diharapkan meningkatkan permintaan produk batik, khususnya di kalangan generasi Z. Hal ini berpotensi menciptakan lapangan kerja baru bagi pengrajin, penjual bahan baku, dan desainer independen.
Pameran akan dibuka untuk umum hingga 15 September 2024, dengan agenda harian meliputi diskusi panel, pertunjukan seni tradisional, dan sesi foto bersama. Masyarakat dapat mengunjungi tanpa tiket masuk, namun dipersilakan untuk memberikan donasi bagi program pelatihan batik di daerah pedesaan.
Keberhasilan acara ini menjadi indikator kuat bahwa kolaborasi antara institusi budaya, akademisi, dan pelaku industri dapat memperkuat identitas nasional sekaligus menumbuhkan ekonomi kreatif yang inklusif.