Setapak Langkah – 27 Mei 2026 | Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyampaikan kesiapan pemerintahnya untuk bekerja sama dengan China dalam upaya memediasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang menyoroti pentingnya peran Pakistan sebagai negara penengah di kawasan Asia Selatan.
Sharif menegaskan bahwa Pakistan akan menjalin komunikasi intensif dengan Beijing, mengingat China memiliki hubungan strategis dengan kedua belah pihak. “Kami siap berkoordinasi dengan China untuk mendukung proses diplomatik yang dapat meredakan ketegangan dan mencegah eskalasi lebih lanjut,” ujarnya.
Ketegangan antara AS dan Iran telah memunculkan kekhawatiran global, terutama terkait keamanan energi dan stabilitas di Timur Tengah. Pakistan, yang berbatasan dengan negara-negara penting di wilayah tersebut, berupaya memanfaatkan posisinya untuk menjadi jembatan dialog.
Dalam konteks regional, Pakistan menyoroti beberapa poin utama:
- Menjaga keamanan perbatasan dan menghindari dampak negatif konflik terhadap ekonomi domestik.
- Memperkuat hubungan bilateral dengan China, termasuk kerjasama ekonomi dan keamanan.
- Mengupayakan peran aktif dalam forum multilateral untuk menurunkan ketegangan.
China, yang memiliki hubungan dagang kuat dengan Iran serta aliansi strategis dengan AS, dipandang sebagai mediator potensial yang dapat menawarkan perspektif seimbang. Pakistan berharap koordinasi ini dapat mempercepat proses dialog dan menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan semua pihak.
Para pengamat menilai langkah Pakistan ini mencerminkan kebijakan luar negeri yang pragmatis, mengedepankan stabilitas regional serta memanfaatkan hubungan dekat dengan China untuk meningkatkan pengaruh diplomatiknya.