Setapak Langkah – 29 Juni 2026 | Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Maneger Nasution, menilai bahwa program Latihan Dasar Militer (Latsarmil) yang dijalankan untuk calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) tidak tepat sasaran. Menurutnya, pelatihan tersebut tidak relevan dengan tugas utama manajer koperasi yang lebih berfokus pada pengelolaan ekonomi lokal dan pemberdayaan anggota.
Program Latsarmil biasanya dirancang untuk menyiapkan personel militer dalam hal kedisiplinan, taktik, dan kesiapan fisik. Namun, Maneger menekankan bahwa kompetensi yang dibutuhkan oleh calon manajer koperasi meliputi kemampuan manajerial, akuntabilitas keuangan, serta pemahaman regulasi koperasi. Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa orientasi pelatihan tersebut melenceng.
Berikut beberapa poin utama yang disampaikan oleh Maneger Nasution:
- Materi Latsarmil tidak mencakup pengetahuan tentang pengelolaan koperasi.
- Waktu dan sumber daya yang dialokasikan untuk pelatihan militer dapat dialihkan ke program peningkatan kapasitas manajerial.
- Penggunaan istilah militer dapat menimbulkan persepsi negatif di kalangan anggota koperasi.
Maneger mengajak pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk meninjau kembali program pelatihan tersebut. Ia menyarankan agar calon manajer KDMP diberikan pelatihan yang lebih fokus pada:
- Manajemen keuangan dan akuntansi koperasi.
- Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah.
- Aspek hukum dan regulasi koperasi.
- Kepemimpinan berbasis komunitas.
Dengan penyesuaian ini, diharapkan kualitas manajer koperasi dapat meningkat, sekaligus memastikan bahwa dana publik digunakan secara efisien untuk mendukung pertumbuhan ekonomi desa.