Setapak Langkah – 19 Juni 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mengumumkan penetapan Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk masa jabatan 2026 hingga 2030. Keputusan ini merupakan bagian dari proses rotasi kepemimpinan yang diatur oleh regulasi pasar modal Indonesia.
Jeffrey Hendrik sebelumnya menjabat sebagai Direktur Senior di bidang Pengawasan Pasar Modal dan memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam industri keuangan. Penunjukan ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola BEI serta meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia di kancah global.
Jadwal Pengangkatan dan Masa Jabatan
| Kegiatan | Tanggal |
|---|---|
| Pengumuman resmi oleh OJK | 19 Juni 2024 |
| Rapat Dewan Komisaris BEI | 25 Juni 2024 |
| Pelantikan Direktur Utama | 1 Juli 2024 |
| Mulai masa jabatan | 1 Juli 2026 |
| Akhir masa jabatan | 30 Juni 2030 |
Selama masa jabatan, Jeffrey Hendrik akan memimpin strategi pengembangan produk, memperluas akses investor ritel, serta meningkatkan transparansi dan integritas data pasar. Ia juga akan bekerja sama dengan regulator untuk memperkuat kebijakan perlindungan investor.
Susunan Direksi BEI Terbaru
- Jeffrey Hendrik – Direktur Utama
- Rina Suryani – Direktur Keuangan
- Andi Prasetyo – Direktur Operasional
- Siti Nurhaliza – Direktur Pengembangan Bisnis
- Rizal Mahendra – Direktur Teknologi Informasi
Pengangkatan direksi baru ini diharapkan dapat mempercepat digitalisasi platform perdagangan saham, meningkatkan likuiditas, dan menarik lebih banyak perusahaan untuk go public.
Para pelaku pasar dan investor diimbau untuk memantau perkembangan kebijakan baru yang akan dikeluarkan oleh BEI dalam beberapa bulan ke depan, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pasar modal Indonesia.