Setapak Langkah – 16 Mei 2026 | Setelah menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping, mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump muncul kembali dalam sorotan publik karena aktivitas perdagangan sahamnya yang meningkat tajam. Data terbaru menunjukkan bahwa nilai portofolio Trump naik signifikan setelah ia melakukan transaksi pada sejumlah saham teknologi dan industri strategis, termasuk Nvidia, Intel, dan Boeing.
- Nvidia: Trump membeli sekitar 5.000 lembar saham ketika harga berada di kisaran US$500 per lembar, kemudian menjualnya setelah harga melonjak ke US$620, menghasilkan keuntungan sekitar US$600.000.
- Intel: Transaksi serupa terjadi pada Intel, di mana ia menambah posisi sebesar 10.000 lembar pada harga US$45 dan menutupnya ketika harga mencapai US$50, menambah laba sekitar US$50.000.
- Boeing: Pada sektor penerbangan, Trump mengakuisisi 2.000 lembar saham Boeing pada harga US$210, kemudian menjualnya setelah harga kembali ke US$225, menghasilkan selisih US$30.000.
Pergerakan saham-saham ini tidak lepas dari spekulasi bahwa pertemuan Trump‑Xi dapat membuka peluang kerjasama atau setidaknya menurunkan ketegangan perdagangan antara kedua negara. Analis pasar menilai bahwa ekspektasi akan perjanjian dagang baru atau kebijakan teknologi yang lebih lunak dapat mendorong kenaikan harga saham perusahaan-perusahaan yang terkait dengan sektor pertahanan, semikonduktor, dan kedirgantaraan.
Namun, aktivitas perdagangan tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai potensi konflik kepentingan. Meskipun Trump tidak lagi memegang jabatan publik, keterlibatannya dalam perdagangan saham setelah pertemuan diplomatik menimbulkan perdebatan etis, terutama mengingat regulasi Insider Trading yang melarang penggunaan informasi material yang belum dipublikasikan untuk keuntungan pribadi.
Pihak otoritas pasar modal menyatakan akan menelusuri lebih lanjut apakah ada pelanggaran aturan yang berlaku. Sementara itu, para pengamat politik menyoroti bahwa langkah ini dapat menjadi contoh bagaimana tokoh politik senior memanfaatkan jaringan internasionalnya untuk memperoleh keuntungan finansial.
Secara keseluruhan, peningkatan nilai portofolio Trump setelah pertemuan dengan Xi Jinping mencerminkan dinamika kompleks antara kebijakan luar negeri, pasar saham, dan etika perdagangan. Perkembangan selanjutnya akan menjadi indikator penting bagi regulator serta publik dalam menilai batasan yang tepat antara aktivitas politik dan finansial pribadi.