Setapak Langkah – 03 Agustus 2026 | Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar US$3,58 miliar pada semester pertama tahun 2026, menandakan perbaikan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Surplus ini terutama didorong oleh peningkatan ekspor produk non‑migas dan konsolidasi pasar tujuan utama. Ekspor mencapai US$85,3 miliar, naik 7,2 % secara tahunan, sementara impor turun menjadi US$81,7 miliar, turun 2,9 %.
Berikut rangkuman data utama:
| Item | Nilai (USD Miliar) | Perubahan YoY |
|---|---|---|
| Ekspor | 85,3 | +7,2 % |
| Impor | 81,7 | -2,9 % |
| Surplus | 3,58 | + |
Ekspor non‑migas menyumbang lebih dari 60 % dari total nilai ekspor, didominasi oleh barang elektronik, mesin, serta produk pertanian dan perikanan. Sektor migas tetap penting, namun pertumbuhannya melambat akibat harga komoditas global yang volatil.
Destinasi utama ekspor Indonesia pada semester I 2026 adalah tiga negara berikut:
- China – US$15,4 miliar
- Singapura – US$12,1 miliar
- Amerika Serikat – US$9,8 miliar
Sementara itu, impor terbesar berasal dari bahan baku industri, barang konsumsi, serta peralatan transportasi, dengan China, Jepang, dan Korea Selatan sebagai pemasok utama.
Para analis ekonomi menilai surplus ini sebagai sinyal kuat bahwa kebijakan diversifikasi ekspor dan upaya pengendalian impor mulai memberikan hasil. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa ketergantungan pada pasar tradisional serta fluktuasi nilai tukar tetap menjadi tantangan bagi keberlanjutan surplus di semester berikutnya.