Setapak Langkah – 09 Juni 2026 | Kasus penyalahgunaan narkoba dalam bentuk vape semakin meningkat di berbagai wilayah Indonesia, menimbulkan keprihatinan khususnya di kalangan pengelola tempat hiburan malam. Anggota DPRD DKI Jakarta, Sahroni, menegaskan bahwa para pengelola klub malam tidak boleh menutup mata bila menemukan indikasi penggunaan narkoba vape di area mereka.
Sahroni menambahkan bahwa klub malam memiliki peran strategis dalam mencegah penyebaran narkoba vape. “Kami mengharapkan semua pemilik dan manajer tempat hiburan malam untuk secara proaktif memantau aktivitas pengunjung, melaporkan temuan yang mencurigakan, dan tidak menutup mata atas peredaran barang terlarang,” ujar beliau dalam sebuah pertemuan dengan asosiasi klub malam.
Beberapa langkah yang direkomendasikan antara lain:
- Mengimplementasikan prosedur pemeriksaan masuk yang mencakup deteksi bau atau bau kimia aneh.
- Melatih staf keamanan untuk mengenali tanda-tanda penggunaan vape berbahaya, seperti asap berwarna atau rasa tidak biasa.
- Menjalin kerja sama dengan kepolisian setempat untuk melakukan patroli rutin dan inspeksi mendadak.
- Mengadakan program edukasi bagi pengunjung tentang bahaya narkoba vape, termasuk risiko kesehatan jangka panjang.
- Menyediakan saluran pelaporan anonim bagi staf atau pelanggan yang mengetahui adanya penyalahgunaan.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka siap memberikan dukungan teknis dan operasional bagi klub malam yang bersedia menjadi garda depan dalam memerangi narkoba vape. Sementara itu, para ahli kesehatan memperingatkan bahwa zat adiktif yang tersembunyi dalam vape dapat menimbulkan gangguan pernapasan, gangguan mental, dan ketergantungan yang sulit diatasi.
Dengan meningkatnya kesadaran publik dan tekanan dari pemerintah daerah, diharapkan ekosistem hiburan malam dapat berperan aktif dalam menahan laju penyebaran narkoba vape, sekaligus melindungi generasi muda dari bahaya yang mengintai.