Setapak Langkah – 24 Agustus 2026 | Tim pendaki Universitas Padjadjaran (Unpad) menantang tebing curam di Gunung Gajah, Cianjur, pada siang hari. Dua anggota tim, Rudi (23) dan Andi (21), membuka jalur baru dengan mengaitkan tali pada batuan utama.
Gunung Gajah dikenal dengan dinding batu kapur setinggi lebih dari 200 meter yang menghadap ke arah selatan. Medan batu yang licin dan cuaca yang berubah-ubah menjadi faktor risiko utama.
- Lokasi: Tebing selatan Gunung Gajah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
- Ketinggian tebing: ±210 meter.
- Tim: 2 pemanjat utama, 2 pendukung di tanah, dan 1 koordinator keselamatan.
- Perlengkapan: tali dinamis 60 m, harness, karabiner, dan perangkat pengaman modern.
Selama proses pembukaan jalur, tim menggunakan teknik “merayu batu” yang melibatkan penempatan piton dan bolt pada celah‑celah batu. Prosedur tersebut memakan waktu sekitar tiga jam, di mana masing‑masing anggota secara bergantian mengamankan posisi dan memeriksa kestabilan bolt.
Koordinator keselamatan, Budi Santoso, menyatakan pentingnya koordinasi tim dan pemeriksaan peralatan secara berkala. “Setiap langkah harus di‑verifikasi, karena satu kegagalan kecil dapat berakibat fatal,” ujarnya.
Setelah jalur terbuka, kedua pemanjat melancarkan pendakian hingga mencapai puncak tebing. Selama pendakian, mereka melaporkan kondisi cuaca yang berangin kencang, namun tidak mengganggu stabilitas tali berkat penggunaan harness yang tepat.
Prestasi ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga panjat tebing dan memperkenalkan potensi alam Gunung Gajah sebagai destinasi petualangan yang aman bila dikelola dengan standar keselamatan tinggi.