Setapak Langkah – 30 Juni 2026 | Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa Instruksi Presiden (Inpres) tentang irigasi dirancang untuk memastikan pasokan air bagi lahan pertanian tersebar secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Inpres tersebut menargetkan peningkatan akses air irigasi pada daerah yang selama ini mengalami kekurangan, khususnya di wilayah pertanian utama seperti Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.
Beberapa langkah utama yang diuraikan meliputi:
- Peningkatan jaringan kanal dan pompa air dengan prioritas pada daerah prioritas pangan.
- Penguatan koordinasi antara kementerian terkait, pemerintah daerah, dan pelaku usaha swasta untuk mempercepat pelaksanaan proyek irigasi.
- Penerapan teknologi pemantauan digital untuk mengoptimalkan distribusi air dan mengurangi kebocoran.
- Peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknis bagi operator sistem irigasi.
Inpres ini juga menekankan pentingnya keberlanjutan lingkungan, sehingga setiap proyek harus memperhatikan dampak ekosistem dan mengadopsi praktik pengelolaan air yang ramah lingkungan. Dody menambahkan bahwa keberhasilan inisiatif ini akan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Target jangka pendek mencakup penyelesaian 1.500 kilometer kanal baru dan revitalisasi 2.000 kanal lama dalam tiga tahun ke depan. Pada jangka menengah, pemerintah berharap dapat menurunkan tingkat gagal panen akibat kekurangan air hingga 20 persen.