Setapak Langkah – 11 Juni 2026 | Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kehadiran peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi faktor penting dalam memperkuat Badan Riset dan Mitra Pertanian (BRMP). Menurutnya, sinergi antara BRIN dan BRMP diharapkan dapat mempercepat pencapaian target swasembada pangan nasional.
Dalam pernyataannya, Mentan menyoroti tiga bidang utama yang menjadi fokus kolaborasi penelitian:
- Pengembangan varietas unggul untuk padi, jagung, kedelai, dan cabai.
- Optimalisasi teknologi pertanian presisi, termasuk penggunaan sensor tanah dan drone untuk pemantauan lahan.
- Peningkatan ketahanan terhadap perubahan iklim melalui riset varietas tahan kekeringan dan banjir.
Data resmi Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa pada tahun 2023, produksi beras mencapai 36,3 juta ton, masih di bawah target swasembada sebesar 38 juta ton. Dengan dukungan riset BRIN, diharapkan produksi dapat meningkat setidaknya 5% per tahun.
| Komoditas | Target Produksi 2025 (juta ton) | Target Produksi 2028 (juta ton) |
|---|---|---|
| Padi | 38,5 | 40,0 |
| Jagung | 19,0 | 20,5 |
| Kedelai | 6,5 | 7,5 |
| Cabai | 2,2 | 2,8 |
Selain itu, Mentan menambahkan bahwa anggaran riset pertanian tahun anggaran 2025 akan dialokasikan sebesar Rp 3,2 triliun, dengan porsi signifikan diberikan kepada proyek-proyek yang melibatkan peneliti BRIN. Penelitian tersebut mencakup uji coba lapangan di lebih dari 150 desa pilot di seluruh Indonesia.
Kolaborasi ini juga diharapkan dapat memperkuat jaringan kemitraan antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan petani. Mentan menutup dengan menekankan pentingnya peran semua pemangku kepentingan dalam mewujudkan ketahanan pangan jangka panjang.