Setapak Langkah – 11 Juni 2026 | Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Titiek Soeharto, pada Jumat (tanggal) menekankan pentingnya menciptakan swasembada bawang putih di Indonesia tanpa mengandalkan impor. Dalam rapat kerja dengan Kementerian Pertanian, Titiek menyoroti tingginya ketergantungan negara pada bawang putih impor yang mencapai sekitar 70 persen kebutuhan domestik.
| Tahun | Produksi (ton) | Konsumsi (ton) | Impor (ton) |
|---|---|---|---|
| 2021 | 130.000 | 430.000 | 300.000 |
| 2022 | 135.000 | 440.000 | 305.000 |
| 2023 | 140.000 | 450.000 | 310.000 |
Untuk menutup kesenjangan tersebut, Titiek mengusulkan serangkaian langkah strategis, antara lain:
- Pengembangan bibit unggul yang tahan terhadap hama dan penyakit.
- Peningkatan dukungan subsidi bagi petani kecil dan menengah.
- Pembangunan infrastruktur irigasi dan fasilitas penyimpanan pasca panen.
- Pemberian insentif pajak bagi perusahaan yang berinvestasi dalam produksi bawang putih dalam negeri.
Ia juga menekankan perlunya koordinasi lintas sektoral antara Kementerian Pertanian, Badan Pusat Statistik, dan Lembaga Pengembangan Perdagangan untuk memastikan kebijakan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Jika target swasembada tercapai, diharapkan dapat menurunkan harga bawang putih di pasar domestik, mengurangi beban konsumen, serta meningkatkan pendapatan petani. Titiek menutup pernyataannya dengan harapan agar pemerintah dapat mengimplementasikan kebijakan tersebut secepatnya, demi ketahanan pangan nasional.