Setapak Langkah – 04 Mei 2026 | JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Muti, menegaskan bahwa semangat gotong royong melibatkan semua pihak merupakan kunci utama dalam memperkuat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Anak Usia Dini (Diknas). Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang diadakan di gedung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada Senin (4/5/2026).
Abdul Muti menyoroti tantangan yang dihadapi dunia pendidikan, antara lain kesenjangan kualitas antar daerah, kebutuhan pembelajaran berbasis teknologi, serta keterbatasan anggaran yang harus dioptimalkan. Ia menekankan bahwa solusi tidak dapat dicapai secara terpusat, melainkan memerlukan kolaborasi multipihak yang bersinergi.
Berikut ini adalah kelompok pemangku kepentingan yang diharapkan berperan aktif dalam program penguatan Diknas:
- Pemerintah Pusat – menyusun kebijakan strategis, alokasi anggaran, serta pemantauan pelaksanaan.
- Pemerintah Daerah – menyesuaikan kebijakan nasional dengan kondisi lokal, mengoptimalkan fasilitas sekolah, dan melibatkan komunitas.
- Guru dan Tenaga Kependidikan – menjadi ujung tombak implementasi kurikulum, inovasi pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar.
- Orang Tua dan Komunitas – mendukung kegiatan belajar di rumah, memberikan masukan terhadap kebutuhan sekolah, serta berpartisipasi dalam program sosial.
- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Kemasyarakatan – menyediakan sumber daya tambahan, pelatihan, dan advokasi kebijakan.
- Dunia Usaha – berkontribusi melalui program CSR, penyediaan infrastruktur digital, serta peluang magang bagi siswa.
Untuk menata upaya kolaboratif tersebut, Diknas menyusun beberapa program inti yang dijabarkan dalam tabel berikut:
| Program | Tujuan | Pelaksana Utama |
|---|---|---|
| Peningkatan Kualitas Guru | Meningkatkan kompetensi pedagogik dan digital | Kementerian Pendidikan bersama LSM pendidikan |
| Penguatan Infrastruktur Sekolah | Memperbaiki jaringan listrik, internet, dan fasilitas belajar | Pemerintah Daerah dan Dunia Usaha |
| Kurasi Kurikulum Berbasis Kearifan Lokal | Mengintegrasikan nilai-nilai budaya daerah ke dalam pembelajaran | Guru, Komunitas, dan Lembaga Kebudayaan |
| Program Beasiswa dan Dukungan Sosial | Mengurangi kesenjangan akses pendidikan | Pemerintah Pusat dan Swasta |
Dalam penutupnya, Abdul Muti mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan gotong royong bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata yang terukur. Ia menekankan bahwa keberhasilan penguatan Diknas akan tercermin pada peningkatan mutu pendidikan, penurunan angka putus sekolah, dan terciptanya generasi yang siap bersaing di era digital.