Setapak Langkah – 11 Agustus 2026 | Menhut Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dipicu oleh fenomena iklim El Nino. Dalam pernyataannya, menhut meminta semua pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, lembaga penegak hukum, hingga masyarakat umum, untuk bersatu dalam upaya pencegahan.
El Nino yang diperkirakan akan memperpanjang musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran di wilayah hutan dan lahan pertanian. Menhut menegaskan bahwa kerusakan ekosistem akibat Karhutla tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati, tetapi juga memperburuk kualitas udara dan menambah beban ekonomi negara.
Beberapa langkah strategis yang diusulkan meliputi:
- Peningkatan patroli di area rawan kebakaran dengan dukungan satelit dan drone.
- Penyuluhan intensif kepada petani dan komunitas lokal tentang teknik pengelolaan lahan yang ramah api.
- Penerapan sanksi tegas bagi pelaku pembakaran liar serta peningkatan kapasitas penegakan hukum.
- Koordinasi lintas sektoral antara Kementerian Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana, dan aparat kepolisian.
- Peningkatan ketersediaan dan distribusi peralatan pemadam kebakaran di daerah-daerah yang paling terancam.
Menhut juga mengajak media untuk berperan aktif dalam menyebarkan informasi akurat mengenai bahaya Karhutla serta mengedukasi publik tentang langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di tingkat rumah tangga.
Dengan sinergi semua pihak, diharapkan potensi kebakaran dapat diminimalisir sehingga dampak negatif El Nino terhadap lingkungan dan ekonomi dapat dihindari.