Setapak Langkah – 16 Juni 2026 | Jawa Pos – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengajukan usulan anggaran sebesar Rp 815,56 miliar untuk program konversi kompor listrik dalam upaya mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor LPG dan menstabilkan devisa negara hingga tahun 2027.
Program tersebut direncanakan melibatkan distribusi massal kompor listrik yang lebih efisien kepada rumah tangga di seluruh wilayah Indonesia. Dengan menggantikan kompor berbahan bakar LPG, pemerintah berharap dapat menurunkan konsumsi LPG impor yang selama ini menjadi beban bagi neraca perdagangan.
Berikut adalah poin-poin utama yang disampaikan oleh Menteri Bahlil dalam rapat kerja kementerian:
- Alokasi anggaran Rp 815,56 miliar akan mencakup pembelian, instalasi, dan sosialisasi penggunaan kompor listrik.
- Target konversi mencapai 10 juta rumah tangga pada akhir 2027.
- Penghematan impor LPG diproyeksikan sebesar 1,5 juta ton per tahun, yang dapat menghemat devisa sekitar Rp 30 triliun.
- Program ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam pengurangan emisi karbon dan peningkatan energi bersih.
Selain manfaat ekonomi, konversi kompor listrik diharapkan meningkatkan keselamatan rumah tangga dengan mengurangi risiko kebocoran gas LPG. Pemerintah juga berencana mengintegrasikan program pelatihan bagi tenaga teknisi lokal untuk instalasi dan pemeliharaan peralatan listrik, sehingga tercipta lapangan kerja baru.
Menteri Bahlil menekankan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada dukungan semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, produsen peralatan listrik, serta konsumen. Ia menutup pernyataannya dengan harapan program ini dapat menjadi contoh kebijakan energi berkelanjutan yang dapat direplikasi di negara‑negara lain.