Setapak Langkah – 19 Juni 2026 | Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama strategis dengan Rusia dalam bidang teknologi energi nuklir. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan bilateral di Kazan, Rusia, yang dihadiri pejabat senior kedua negara.
Sugiono menyoroti bahwa kemitraan ini diharapkan menjadi langkah kunci bagi Indonesia untuk mencapai swasembada energi, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan mendukung target bauran energi nasional sebesar 23,2% pada tahun 2025.
Berikut beberapa poin utama yang diangkat dalam diskusi:
- Transfer teknologi: Rusia akan menyediakan bantuan teknis, pelatihan sumber daya manusia, dan akses ke desain reaktor generasi terbaru.
- Pengembangan infrastruktur: Rencana pembangunan fasilitas uji coba dan pusat penelitian nuklir di beberapa lokasi strategis di Indonesia.
- Pembiayaan: Kedua negara akan menjajaki skema pembiayaan bersama, termasuk investasi langsung dan mekanisme pembiayaan lunak.
- Regulasi dan keamanan: Penyesuaian kerangka regulasi nasional agar selaras dengan standar internasional IAEA.
Selain itu, Sugiono menekankan perlunya keterlibatan sektor swasta serta lembaga akademik dalam rangka menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan.
Berikut rangkuman jadwal kerja sama yang direncanakan:
| Tahap | Waktu | Kegiatan |
|---|---|---|
| Studi kelayakan | 2024 Q3 | Analisis kebutuhan energi dan pemilihan lokasi |
| Penandatanganan MoU | 2024 Q4 | Kesepakatan kerjasama teknis dan finansial |
| Pembangunan fasilitas | 2025‑2027 | Konstruksi pusat riset dan instalasi pilot |
| Operasional awal | 2028 | Pengujian reaktor dan pelatihan operator |
Dengan langkah ini, Indonesia berharap dapat mempercepat transisi energi bersih, menciptakan lapangan kerja tinggi, dan meningkatkan posisi negara dalam arena energi global.