Setapak Langkah – 19 Juni 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menugaskan Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2026–2030. Penunjukan ini diharapkan membawa perspektif baru dalam mengelola pasar modal Indonesia, sekaligus memperkuat sinergi antara regulator dan bursa.
Berikut adalah rangkuman profil singkat Jeffrey Hendrik yang kini memimpin BEI:
- Latar Belakang Pendidikan: Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dengan gelar sarjana, kemudian melanjutkan studi pascasarjana di Harvard Business School dan memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA).
- Pengalaman Profesional: Memulai karier di sektor perbankan, ia pernah menjabat sebagai Manajer Senior di PT Bank Central Asia (BCA). Pada tahun 2010, ia berpindah ke industri sekuritas dan memegang posisi Direktur Pengembangan Bisnis di Danareksa Sekuritas selama lima tahun. Selanjutnya, ia menjadi Kepala Divisi Pasar Modal di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, di mana ia mengelola berbagai inisiatif digitalisasi perdagangan saham.
- Karier di BEI: Bergabung dengan BEI pada 2018 sebagai Direktur Pengembangan Produk. Ia memimpin proyek modernisasi platform perdagangan, termasuk peluncuran sistem perdagangan berbasis cloud yang meningkatkan kecepatan eksekusi order. Pada 2020, ia diangkat menjadi Wakil Direktur Utama, bertanggung jawab atas kebijakan likuiditas dan hubungan investor.
- Visi Kepemimpinan: Jeffrey Hendrik menekankan pentingnya inovasi teknologi, transparansi pasar, dan peningkatan partisipasi investor ritel. Ia berkomitmen untuk memperluas akses pasar modal bagi UMKM serta meningkatkan daya saing BEI di tingkat regional.
Berikut rangkaian waktu kariernya yang relevan:
| Tahun | Posisi | Institusi |
|---|---|---|
| 2004–2009 | Manajer Senior | PT Bank Central Asia (BCA) |
| 2010–2015 | Direktur Pengembangan Bisnis | Danareksa Sekuritas |
| 2016–2018 | Kepala Divisi Pasar Modal | PT Bank Mandiri (Persero) Tbk |
| 2018–2020 | Direktur Pengembangan Produk | Bursa Efek Indonesia |
| 2020–2025 | Wakil Direktur Utama | Bursa Efek Indonesia |
| 2026–2030 | Direktur Utama | Bursa Efek Indonesia |
Penunjukan Jeffrey Hendrik diharapkan dapat mempercepat agenda digitalisasi pasar modal, meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan tercatat, serta memperluas basis investor domestik. Langkah ini juga sejalan dengan program OJK untuk memperkuat stabilitas sistem keuangan Indonesia dalam jangka panjang.