Setapak Langkah – 04 Juni 2026 | Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa sektor pendidikan dapat berperan sebagai fondasi utama dalam mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia. Dalam sebuah pertemuan dengan pejabat Malaysia, ia menyoroti pentingnya kerjasama akademik, pertukaran pelajar, serta program beasiswa sebagai sarana meningkatkan pemahaman budaya dan memperluas jaringan profesional di antara kedua negara.
- Peningkatan jumlah beasiswa bilateral bagi mahasiswa dan dosen kedua negara.
- Pembentukan pusat riset bersama di bidang teknologi, kesehatan, dan energi terbarukan.
- Penyelenggaraan program pertukaran budaya dan bahasa secara reguler.
- Penyederhanaan prosedur visa bagi pelajar dan peneliti.
- Pengembangan kurikulum bersama yang menekankan nilai-nilai ASEAN.
Yusril menambahkan bahwa kolaborasi pendidikan dapat berkontribusi pada penurunan kesalahpahaman budaya serta memperkuat rasa saling menghormati. Ia berharap inisiatif ini akan diresmikan dalam kunjungan pejabat tinggi kedua negara dalam beberapa bulan ke depan, sekaligus menjadi landasan bagi kerja sama di bidang perdagangan, pariwisata, dan keamanan.
Dengan menempatkan pendidikan sebagai jembatan utama, diharapkan hubungan RI-Malaysia akan semakin kokoh, menghasilkan manfaat yang dirasakan oleh generasi muda serta memperluas peluang bagi pertumbuhan ekonomi regional.